Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Investor Korea Selatan Tanam Rp2,5 Triliun di IKN, Bangun Kawasan Terpadu

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 16 Juli 2026 | 23:59 WIB
TINJAU IKN: Presiden RI Prabowo Subianto turun dari helikopter setibanya di helipad Istana Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/1) sore.
TINJAU IKN: Presiden RI Prabowo Subianto turun dari helikopter setibanya di helipad Istana Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/1) sore.

 

PONTIANAK POST – Minat investor asing terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus meningkat. Setelah investor asal Tiongkok merealisasikan pembangunan fisik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), kini investor Korea Selatan melalui PT Dian Jaya Indonesia menyiapkan investasi lebih dari Rp2,5 triliun untuk membangun kawasan terpadu di ibu kota baru Indonesia.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan perusahaan asal Korea Selatan tersebut akan mengembangkan kawasan seluas sekitar delapan hektare yang mencakup perkantoran, hotel, dan apartemen.

"PT Dian Jaya memiliki lahan sekitar delapan hektare. Desain kawasannya juga bagus karena akan dibangun kawasan perkantoran, hotel, dan apartemen," ujar Basuki usai menghadiri groundbreaking proyek PT Star Bright International Investment di KIPP IKN, Rabu (15/7).

Investasi Asing Mulai Masuk Kawasan Inti Pemerintahan

Investasi PT Dian Jaya Indonesia menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek IKN.

Kawasan terpadu yang dikembangkan perusahaan tersebut dirancang sebagai area multifungsi yang menggabungkan ruang bisnis, akomodasi, dan hunian vertikal. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mendukung aktivitas pemerintahan sekaligus menciptakan pusat ekonomi baru di Nusantara.

Investor Asing Mulai Realisasikan Komitmen

Basuki mengatakan investor asing lainnya juga mulai menunjukkan langkah konkret dalam pembangunan IKN.

Selain PT Dian Jaya Indonesia, investor asal Malaysia, Citadel Group, disebut telah merealisasikan investasi sekitar Rp1 triliun di kawasan IKN.

"Citadel investasinya sekitar Rp1 triliun. Jadi pelan-pelan investor mulai masuk. Penanaman modal dalam negeri juga terus berjalan," katanya.

Menurut Basuki, masuknya investor asing maupun domestik menunjukkan pembangunan IKN mulai memasuki fase baru, yakni pengembangan kawasan dengan dukungan sektor swasta.

Investor Tiongkok Jadi PMA Pertama Bangun Fisik

Sebelumnya, PT Star Bright International Investment menjadi investor asing pertama yang merealisasikan pembangunan fisik di KIPP IKN.

Proyek tersebut ditandai dengan groundbreaking pembangunan kompleks apartemen pada Rabu (15/7). Nilai investasi awal proyek mencapai Rp1,27 triliun.

Dalam proyek itu, perusahaan akan membangun empat menara apartemen dengan total sekitar 680 unit hunian.

Apartemen tersebut menawarkan tipe satu hingga tiga kamar tidur dengan kisaran harga mulai Rp600 juta hingga Rp1,2 miliar per unit.

IKN Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Selain investasi asing, sejumlah perusahaan nasional juga terus mengembangkan proyek di IKN.

Salah satunya adalah Plataran Indonesia yang mulai membangun kawasan di depan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kementerian Kesehatan.

Basuki optimistis bertambahnya investasi dari dalam dan luar negeri akan mempercepat pembangunan fasilitas pendukung IKN sekaligus memperkuat posisi Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru dan kawasan pertumbuhan ekonomi nasional. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
penanaman modal asing IKN pembangunan kawasan terpadu IKN investor asing Nusantara apartemen IKN perkembangan pembangunan IKN