Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kalbar Percepat Swasembada Ternak untuk Kurangi Pasokan dari Luar Daerah

Uray Ronald • Jumat, 17 Juli 2026 | 00:03 WIB
Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan yang juga Ketua Umum Gerakan Pemuda Dayak menyampaikan sambutan saat Konferensi Provinsi II Gerdayak Kalbar 2026 di HARRIS Hotel Pontianak. (Adpim Pemprov Kalbar)
Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan. (Adpim Pemprov Kalbar)

 

PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mempercepat upaya mewujudkan swasembada sektor peternakan guna mengurangi ketergantungan pasokan ternak dari luar daerah. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengatakan penguatan produksi ternak daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Badan Pengelola Aset Bisnis dan Investasi (BP-ABI) serta Sosialisasi Ikatan Petani dan Peternak Produk Pangan Kalimantan Barat (IP4KB) bersama Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Kamis (16/7).

"Kita harus mampu memperkuat produksi ternak daerah agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari Kalimantan Barat sendiri. Hal ini memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Krisantus.

Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Terima Audiensi Khatulistiwa Group, Bahas Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi

Pasokan Ternak Masih Bergantung dari Luar Daerah

Krisantus mengatakan kebutuhan babi, sapi, dan kambing di Kalimantan Barat hingga kini masih banyak dipenuhi dari luar daerah. Karena itu, pemerintah menilai diperlukan langkah konkret untuk meningkatkan produksi ternak lokal.

Menurutnya, pengembangan sektor peternakan tidak cukup hanya dengan menambah populasi ternak. Pembinaan peternak, penyediaan sarana dan prasarana, akses permodalan, serta penguatan tata niaga juga harus diperkuat.

Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait menyusun strategi pengembangan peternakan yang komprehensif agar mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Baca Juga: Usaha Peternakan Kambing di Sambas Masih Berpeluang Besar

Produksi Daging Belum Mampu Penuhi Kebutuhan

Berdasarkan data dinas terkait, produksi daging sapi dan kerbau di Kalimantan Barat saat ini mencapai lebih dari 3.400 ton per tahun, sedangkan kebutuhan masyarakat mencapai sekitar 7.500 ton per tahun.

Artinya, masih terdapat kekurangan pasokan sekitar 4.100 ton setiap tahun yang dipenuhi melalui pemasukan sapi dan kerbau dari daerah lain serta pasokan daging beku dari Perum Bulog.

Sementara itu, populasi ternak besar di Kalimantan Barat tercatat mencapai 100.042 ekor yang terdiri atas sapi dan kerbau, sedangkan populasi kambing mencapai 93.501 ekor.

Dorong Penguatan Distribusi dan Karantina Hewan

Selain meningkatkan produksi, Pemprov Kalbar juga mendorong penguatan kerja sama antardaerah dalam distribusi dan perdagangan ternak guna menjaga stabilitas pasokan serta harga di pasaran.

Krisantus mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung seperti karantina hewan agar kesehatan ternak dapat terjamin sebelum dipasarkan.

"Kita harus menyiapkan sistem yang baik mulai dari produksi, distribusi hingga pemasaran. Dengan begitu, peternak memperoleh keuntungan yang layak dan masyarakat mendapatkan produk yang berkualitas," tuturnya.

Baca Juga: Hewan Kurban di Sambas Tembus 3.717 Ekor: Teluk Keramat Terbanyak, Didominasi Sapi

Terminal Kijing Didorong Dukung Distribusi Hasil Peternakan

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga menilai keberadaan Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung distribusi dan ekspor berbagai komoditas unggulan daerah, termasuk hasil peternakan.

Ia turut mengajak dunia usaha memberikan kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, organisasi petani dan peternak, serta masyarakat dapat mempercepat terwujudnya sektor peternakan yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menopang ketahanan pangan daerah," kata Krisantus.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
swasembada ternak Kalbar peternakan Kalimantan Barat ketahanan pangan Kalbar produksi daging sapi Kalbar Krisantus Kurniawan