PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mempercepat upaya mewujudkan swasembada sektor peternakan guna mengurangi ketergantungan pasokan ternak dari luar daerah. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengatakan penguatan produksi ternak daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Badan Pengelola Aset Bisnis dan Investasi (BP-ABI) serta Sosialisasi Ikatan Petani dan Peternak Produk Pangan Kalimantan Barat (IP4KB) bersama Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Kamis (16/7).
"Kita harus mampu memperkuat produksi ternak daerah agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari Kalimantan Barat sendiri. Hal ini memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Krisantus.
Pasokan Ternak Masih Bergantung dari Luar Daerah
Krisantus mengatakan kebutuhan babi, sapi, dan kambing di Kalimantan Barat hingga kini masih banyak dipenuhi dari luar daerah. Karena itu, pemerintah menilai diperlukan langkah konkret untuk meningkatkan produksi ternak lokal.
Menurutnya, pengembangan sektor peternakan tidak cukup hanya dengan menambah populasi ternak. Pembinaan peternak, penyediaan sarana dan prasarana, akses permodalan, serta penguatan tata niaga juga harus diperkuat.
Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait menyusun strategi pengembangan peternakan yang komprehensif agar mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Baca Juga: Usaha Peternakan Kambing di Sambas Masih Berpeluang Besar
Produksi Daging Belum Mampu Penuhi Kebutuhan
Berdasarkan data dinas terkait, produksi daging sapi dan kerbau di Kalimantan Barat saat ini mencapai lebih dari 3.400 ton per tahun, sedangkan kebutuhan masyarakat mencapai sekitar 7.500 ton per tahun.
Artinya, masih terdapat kekurangan pasokan sekitar 4.100 ton setiap tahun yang dipenuhi melalui pemasukan sapi dan kerbau dari daerah lain serta pasokan daging beku dari Perum Bulog.
Sementara itu, populasi ternak besar di Kalimantan Barat tercatat mencapai 100.042 ekor yang terdiri atas sapi dan kerbau, sedangkan populasi kambing mencapai 93.501 ekor.
Dorong Penguatan Distribusi dan Karantina Hewan
Selain meningkatkan produksi, Pemprov Kalbar juga mendorong penguatan kerja sama antardaerah dalam distribusi dan perdagangan ternak guna menjaga stabilitas pasokan serta harga di pasaran.
Krisantus mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung seperti karantina hewan agar kesehatan ternak dapat terjamin sebelum dipasarkan.
"Kita harus menyiapkan sistem yang baik mulai dari produksi, distribusi hingga pemasaran. Dengan begitu, peternak memperoleh keuntungan yang layak dan masyarakat mendapatkan produk yang berkualitas," tuturnya.
Baca Juga: Hewan Kurban di Sambas Tembus 3.717 Ekor: Teluk Keramat Terbanyak, Didominasi Sapi
Terminal Kijing Didorong Dukung Distribusi Hasil Peternakan
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga menilai keberadaan Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung distribusi dan ekspor berbagai komoditas unggulan daerah, termasuk hasil peternakan.
Ia turut mengajak dunia usaha memberikan kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, organisasi petani dan peternak, serta masyarakat dapat mempercepat terwujudnya sektor peternakan yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menopang ketahanan pangan daerah," kata Krisantus.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara