Purbaya Soal Namanya Masuk Bursa Gubernur BI: Saya Ikuti Arahan Bapak Presiden

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 00:10 WIB
DERETAN PEJABAT EKONOMI: Anggota KSSK saat rapat tahun 2023. Dari kiri, mantan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mantan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan mantan Ketua LPS Purbaya Yudhi Sadewa saat masih menjabat Menteri Keuangan. Tiga nama pertama telah mengakhiri masa jabatannya pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (FOTO: KEMENKEU)
DERETAN PEJABAT EKONOMI: Anggota KSSK saat rapat tahun 2023. Dari kiri, mantan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mantan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan mantan Ketua LPS Purbaya Yudhi Sadewa saat masih menjabat Menteri Keuangan. Tiga nama pertama telah mengakhiri masa jabatannya pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sementara Purbaya diisukan menjadi kandidat pengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. (FOTO: KEMENKEU)

 

PONTIANAK POST - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara mengenai isu dirinya masuk dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan kepala bank sentral.

Purbaya menyatakan belum menerima arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait posisi strategis tersebut. Ia menegaskan akan mengikuti keputusan dan instruksi Presiden.

“Kami ikuti perintah Bapak Presiden,” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa (28/7).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (28/7/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (28/7/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)

 

Purbaya Akui Belum Tahu Kandidat Gubernur BI

Purbaya mengaku belum mengetahui secara rinci nama-nama yang masuk dalam daftar kandidat pengganti Perry Warjiyo.

Ia juga menyebut belum mendapatkan komunikasi langsung dari Presiden Prabowo mengenai siapa sosok yang akan dipilih untuk memimpin Bank Indonesia.

“Belum, belum ada perintah,” ujar Purbaya.

Isu pergantian Gubernur BI menjadi perhatian publik karena posisi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas moneter, nilai tukar rupiah, hingga kebijakan suku bunga nasional.

Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Jadi Pejabat Sementara

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo Subianto belum menetapkan calon definitif Gubernur Bank Indonesia setelah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo.

Surat pengunduran diri Perry diterima Presiden pada Minggu (26/7). Karena proses penentuan pengganti membutuhkan tahapan sesuai aturan, pemerintah belum langsung mengumumkan nama baru untuk mengisi posisi tersebut.

“Belum. Dalam waktu satu hari ini dia (Presiden Prabowo) langsung mau mengajukan calon definitif, kan belum,” kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, mekanisme pengisian sementara telah diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia. Kekosongan jabatan Gubernur BI tidak membuat fungsi bank sentral berhenti karena kewenangan dapat dijalankan oleh pejabat sementara.

UU BI Atur Mekanisme Kekosongan Jabatan

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah mengalami sejumlah perubahan, termasuk melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, jabatan Gubernur BI sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior.

Prasetyo menyebut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti akan menjalankan tugas sebagai pejabat Gubernur BI sementara hingga Presiden menetapkan gubernur definitif.

“Untuk selanjutnya sesuai dengan Undang-Undang Bank Indonesia, jabatan Gubernur Bank Indonesia akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior,” ujar Prasetyo.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti.
Pjs Gubernur BI, Destry Damayanti.

 

Pergantian Gubernur BI Jadi Sorotan Pasar

Pergantian pimpinan Bank Indonesia menjadi perhatian pelaku ekonomi karena kebijakan bank sentral berpengaruh langsung terhadap kondisi keuangan nasional.

Gubernur BI memiliki kewenangan dalam menetapkan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta mengawal inflasi agar tetap terkendali.

Pergantian kepemimpinan Bank Indonesia menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika nilai tukar rupiah. Sejumlah ekonom menilai sosok Gubernur BI berikutnya harus mampu menjaga independensi bank sentral sekaligus memastikan kebijakan moneter tetap kredibel.

Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi menilai pengunduran diri Perry Warjiyo berpotensi menimbulkan tekanan psikologis terhadap pasar keuangan dalam jangka pendek. Investor, kata dia, akan mencermati arah kebijakan Bank Indonesia setelah pergantian pimpinan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Permasalahan utamanya adalah external shock yang sulit dihindari serta kebijakan fiskal yang tidak selalu sejalan dengan target moneter BI,” ujar Rahma.

Menurut Rahma, salah satu tantangan terbesar Bank Indonesia saat ini adalah menjaga stabilitas rupiah yang sempat mengalami tekanan hingga mendekati kisaran Rp17.600–Rp18.150 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar tersebut berpotensi berdampak terhadap harga barang impor, beban utang luar negeri, hingga daya beli masyarakat. Tekanan eksternal juga meningkat akibat konflik geopolitik global yang memengaruhi harga energi dan memperkuat posisi dolar AS.

Meski menghadapi tekanan tersebut, Rahma menilai Bank Indonesia telah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui berbagai instrumen kebijakan moneter.

Menurut dia, penunjukan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai pejabat gubernur sementara memberikan sinyal kesinambungan karena berasal dari internal bank sentral.

Namun, pasar tetap menunggu sosok gubernur definitif yang akan menentukan arah kebijakan BI ke depan.

“Investor akan melihat bagaimana BI menjaga kredibilitas rupiah dan pengendalian inflasi di tengah ketidakpastian global,” kata Rahma.

Rahma memperkirakan pasar saham, rupiah, dan Surat Berharga Negara (SBN) masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek karena investor mengambil sikap menunggu.

“Pasar kemungkinan masih wait and see sambil melihat arah kebijakan moneter setelah pergantian pimpinan BI,” ujarnya.

Independensi BI Jadi Faktor Utama Kepercayaan Investor

Rahma menyebut gubernur BI berikutnya menghadapi sejumlah pekerjaan rumah penting. Salah satunya memperkuat transmisi kebijakan moneter agar dampaknya lebih cepat dirasakan sektor riil.

Selain itu, BI perlu memastikan berbagai instrumen likuiditas seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) tidak mengurangi kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat dan dunia usaha.

Menurut Rahma, penguatan likuiditas perbankan, percepatan transmisi penurunan suku bunga kredit, serta implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) juga menjadi agenda penting untuk menjaga ketahanan ekonomi.

“Independensi BI merupakan fondasi utama agar pasar percaya terhadap arah kebijakan makroekonomi Indonesia,” tegas Rahma.

Pandangan serupa disampaikan Ekonom Universitas Brawijaya Noval Adib. Ia menilai pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi perhatian pasar karena selama ini Bank Indonesia dinilai berhasil menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan moneter yang responsif.

“Perry bukan hanya pejabat, tetapi juga simbol kredibilitas BI. Karena itu, pasar akan mencermati siapa gubernur definitif yang ditunjuk pemerintah,” ujar Noval.

Menurut Noval, keberadaan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara mampu meredam potensi kepanikan karena memiliki pengalaman dan berasal dari lingkungan internal BI.

Namun, investor tetap menunggu kepastian mengenai figur gubernur definitif.

“Jika mampu menjaga independensi BI, pasar akan merespons positif. Sebaliknya, bila dipersepsikan sebagai perpanjangan tangan pemerintah, respons pasar bisa negatif,” katanya.

Noval menambahkan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih bergerak mendatar menunjukkan sebagian investor memilih menunggu kepastian arah kebijakan bank sentral.

Pemerintah kini masih menjalankan proses sesuai mekanisme konstitusional sebelum menetapkan Gubernur Bank Indonesia definitif.

Sementara itu, nama Purbaya Yudhi Sadewa tetap menjadi salah satu figur yang diperbincangkan publik terkait posisi tersebut. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari Presiden Prabowo mengenai calon pengganti Perry Warjiyo. (ars)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Destry Damayanti Purbaya calon Gubernur B Perry Warjiyo mundur bank indonesia Presiden Prabowo