Tegaskan Belum Ada Penambangan, PT BEST Beberkan Rencana Eksplorasi Bauksit di Landak

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:06 WIB
Ilustrasi penambangan bauksit di Kalbar. (DOK JAWA POS)
Ilustrasi penambangan bauksit di Kalbar. (DOK JAWA POS)

PONTIANAK POST - Rencana eksplorasi bauksit di Desa Tonang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, mulai bergulir.

Namun, PT Borneo Edo Sejahtera (PT BEST), anak perusahaan PT ANTAM, menegaskan bahwa kegiatan yang akan dilakukan saat ini masih sebatas penelitian dan eksplorasi, belum memasuki tahap penambangan.

Penegasan tersebut disampaikan dalam forum sosialisasi yang mempertemukan pemerintah, tokoh adat, masyarakat, dan pihak perusahaan sebagai langkah awal membangun komunikasi sebelum penelitian lapangan dimulai.

Baca Juga: Eksplorasi Bauksit Landak Dimulai, Masyarakat Adat Dilibatkan

Penelitian Jadi Tahap Awal Pemetaan Potensi Bauksit

Sosialisasi yang berlangsung di Aula Kecamatan Sengah Temila, Selasa (4/8), menjadi wadah bagi perusahaan untuk menjelaskan rencana penelitian eksplorasi kepada masyarakat sekaligus membuka ruang dialog sebelum kegiatan dilaksanakan.

Dalam pertemuan tersebut, PT BEST memaparkan lokasi penelitian, metode eksplorasi, hingga komitmen perusahaan dalam menjalankan seluruh tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.

Wakil Ketua Tim Eksplorasi PT BEST Hendrata Rahmanto menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan saat ini masih berada pada tahap eksplorasi.

Menurutnya, penelitian bertujuan mengetahui potensi dan kualitas cadangan bauksit di wilayah tersebut, sehingga belum dapat diartikan sebagai dimulainya aktivitas penambangan.

Baca Juga: Kalbar dan Kaltara Masuk Peta Hilirisasi Nasional, Bauksit dan Kawasan Industri Hijau Jadi Andalan

Perusahaan juga menyatakan akan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta hak-hak masyarakat selama proses penelitian berlangsung.

Pemerintah Dorong Proses Berjalan Terbuka

Pemerintah Kecamatan Sengah Temila menilai sosialisasi menjadi bagian penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai rencana kegiatan perusahaan.

Camat Sengah Temila Simon Mamuraja mengatakan komunikasi sejak awal diperlukan untuk mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia berharap seluruh tahapan penelitian dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat mengetahui tujuan, mekanisme, hingga batasan kegiatan eksplorasi yang akan berlangsung.

Komitmen Bersama Hormati Aturan dan Hak Masyarakat

Kegiatan diawali dengan pembacaan serta penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen seluruh pihak.

Dokumen tersebut menegaskan bahwa proses penelitian akan mengedepankan transparansi, kepatuhan terhadap regulasi, penghormatan terhadap hak masyarakat, serta menjaga nilai-nilai hukum adat yang berlaku di wilayah setempat.

Pertemuan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Landak Muhidin, Camat Sengah Temila Simon Mamuraja, Kapolsek Sengah Temila AKP Triyono, perwakilan Koramil, jajaran PT BEST, kepala desa, timanggong, pengurus adat, dan masyarakat Desa Tonang.

Baca Juga: Kalbar Kian Strategis dalam Hilirisasi Bauksit, SGAR Mempawah Jadi Penopang Pergeseran Investasi Nasional

Tokoh Adat Sampaikan Aspirasi kepada Perusahaan

Dalam sesi dialog, masyarakat adat memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan terkait rencana eksplorasi.

Sedikitnya terdapat empat poin aspirasi yang disampaikan kepada perusahaan sebagai bahan pertimbangan selama proses penelitian berlangsung.

Masukan tersebut berkaitan dengan penghormatan terhadap adat istiadat, perlindungan hak masyarakat, serta pelaksanaan kegiatan yang tetap memperhatikan kondisi sosial dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Hilirisasi Diklaim Serap 742.263 Pekerja, Investasi Bauksit di Kalbar Melonjak 193 Persen pada Kwartal II 2026

Anggota DPRD Kabupaten Landak Muhidin berharap komunikasi yang baik terus dijaga sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.

Kepolisian Ajak Masyarakat Utamakan Dialog

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Sengah Temila AKP Triyono memastikan kepolisian akan mengawal seluruh tahapan kegiatan agar berjalan aman dan kondusif.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan setiap aspirasi melalui mekanisme dialog serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurutnya, keberhasilan suatu kegiatan tidak hanya bergantung pada perusahaan atau pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Eksplorasi Belum Berarti Penambangan

Dalam industri pertambangan, eksplorasi merupakan tahapan awal untuk mengumpulkan data mengenai keberadaan, kualitas, dan potensi cadangan mineral di suatu wilayah.

Hasil penelitian tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan apakah suatu lokasi layak memasuki tahap operasi produksi atau tidak.

Baca Juga: Investasi Hilirisasi Bauksit Melonjak 193 Persen, Kalimantan Barat Jadi Salah Satu Penggerak Industri Pengolahan Mineral Nasional

Karena itu, sebelum memasuki tahapan yang lebih lanjut, aspek keterbukaan informasi, perlindungan lingkungan, penghormatan terhadap masyarakat adat, serta kepastian hukum menjadi bagian penting yang diharapkan berjalan beriringan selama proses eksplorasi berlangsung.

Editor : Miftahul Khair
eksplorasi bauksit Landak PT BEST tambang bauksit masyarakat adat