Ketimpangan Infrastruktur Kalimantan Mencuat, Kereta Api Trans-Kalimantan Jadi Sorotan

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:01 WIB
Ilustrasi pemerintah tengah menyiapkan rencana jalur kereta api di Pulau Kalimantan. (GEMINI AI)
Ilustrasi pemerintah tengah menyiapkan rencana jalur kereta api di Pulau Kalimantan. (GEMINI AI)

PONTIANAK POST - Ketimpangan infrastruktur transportasi di Kalimantan menjadi sorotan ketika ada pengalaman perjalanan di kawasan Asia Tenggara.

Jajago Keliling Indonesia menceritakan perbedaan konektivitas dengan pulau yang selama ini menjadi salah satu sumber utama komoditas sawit dan tambang Indonesia.

Dalam obrolannya di kanal YouTube Risyad and Son, Jajago bercerita perjalanan darat dari Malaysia hingga Thailand.

Baca Juga: Jajago Keliling Indonesia Ungkap Ketimpangan Infrastruktur Kalimantan: Ketika Kekayaan Alam Tak Berbanding dengan Pembangunan

Kalimantan Dibandingkan dengan Thailand

Perbandingan kemudian muncul setelah Jajago melihat kawasan selatan Thailand yang dinilai memiliki kondisi geografis dan sosial serupa dengan Kalimantan, namun sudah terhubung jaringan kereta hingga Bangkok.

“Kayak Indonesia, kayak Kalimantan. Sawahnya banyak, rumahnya juga kayu-kayu, sungainya cokelat. Tapi ada kereta api, dari sana tembak langsung sampai ke Bangkok,” ungkapnya.

Menurut Jajago, ketiadaan kereta api di Kalimantan selama ini juga diterima sebagai sesuatu yang biasa.

“Kami enggak pernah komplain, karena kami selama ini tahunya ya memang wajar, enggak ada kereta api. Kereta api ada di Jawa,” katanya.

Baca Juga: Anggaran Kemenhub 2027 Tembus Rp32,93 Triliun, tapi Kereta Api Trans-Kalimantan Masih Misterius

Kondisi jalan darat juga menjadi bagian dari cerita tersebut. Jajago menyebut hanya terdapat satu ruas tol yang beroperasi di Kalimantan, yakni Balikpapan-Samarinda.

Trans-Kalimantan Sudah Diperintahkan Presiden

Di tengah kondisi tersebut, rencana Kereta Api Trans-Kalimantan telah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Saat peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, 30 Juli 2026.

“Habis Trans-Sumatra, nanti Trans-Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai,” perintah Prabowo.

Namun, arahan tersebut belum diikuti rincian mengenai koridor, nilai anggaran maupun jadwal pembangunan.

Anggaran 2027 Belum Merinci Trans-Kalimantan

Kementerian Perhubungan mendapat pagu anggaran 2027 sebesar Rp32,93 triliun. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut pengembangan jaringan kereta menjadi salah satu fokus.

“Kita akan memaksimalkan penggunaan anggaran tersebut, termasuk pengembangan jaringan kereta sampai Sukabumi dan elektrifikasi sampai Cikampek. Kemudian elektrifikasi Tanah Abang–Rangkasbitung,” jelas Dudy.

Baca Juga: Prabowo Sudah Minta Kereta Api Kalimantan Dimulai, Mengapa Rutenya Belum Terungkap?

Program yang disebut berada di Pulau Jawa. Sementara Trans-Kalimantan belum memiliki alokasi, rute, dan tahapan pembangunan yang diumumkan secara terperinci.

Masterplan Masih Dimutakhirkan

Pada 2026, Direktorat Jenderal Perkeretaapian juga melakukan pemutakhiran masterplan jalur kereta api Pulau Kalimantan melalui paket konsultansi dengan pagu Rp2 miliar.

Dengan demikian, meski pembangunan Trans-Kalimantan telah mendapat arahan Presiden, detail proyek yang menentukan kapan, di mana, dan bagaimana rel tersebut dibangun masih menunggu hasil perencanaan serta keputusan pendanaan.

Editor : Khoiril Arif Ya'qob
infrastruktur Kalimantan Kereta Api Trans Kalimantan kemenhub ketimpangan