Menteri Amran Minta Bulog Optimalkan Pasokan Beras Premium ke Ritel Modern

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 22:42 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman. (Kementan)
Mentan Andi Amran Sulaiman. (Kementan)

 

PONTIANAK POST - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog mengoptimalkan penyaluran beras premium ke jaringan ritel modern untuk memperkuat ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan seiring pengawasan pemerintah terhadap peredaran beras di pasar, termasuk produk beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan.

"Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat. Beras premium kami minta Bulog optimalkan suplai ke toko-toko ritel modern," kata Amran, Minggu (20/9).

Amran memastikan pasokan beras nasional tetap aman karena pemerintah terus memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP), penyaluran beras premium, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bapanas mencatat stok CBP yang dikelola Perum Bulog per 18 September 2026 mencapai sekitar 4,6 juta ton dengan penyaluran sepanjang tahun berjalan hingga pertengahan September sekitar 2,3 juta ton.

Baca Juga: 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Bapanas Temukan 3 Pelanggaran

Kondisi tersebut menjadi modal pemerintah dalam menjaga ketersediaan beras nasional sekaligus memperkuat intervensi pasar ketika terjadi tekanan harga maupun gangguan distribusi.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, pemerintah juga tengah memproses penambahan kuantum SPHP beras sebesar 1 juta ton yang akan diarahkan ke wilayah dengan kebutuhan tinggi.

Selain memastikan ketersediaan beras medium dan SPHP, pemerintah memperkuat distribusi beras premium agar kebutuhan masyarakat pada berbagai segmen pasar tetap terpenuhi.

Baca Juga: Mentan Amran Copot 14 Pejabat Kementan, Ada yang karena Masih Keluarga Dekat

Bulog Siapkan Pasokan Beras Premium

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya terus memperkuat ketersediaan beras premium di pasar konsumen dengan menyalurkan pasokan melalui jaringan ritel modern.

"Penyaluran ini diarahkan untuk memastikan masyarakat di berbagai kota besar dan wilayah perkotaan dapat memperoleh beras premium dengan mudah," kata Rizal.

Ia menegaskan distribusi beras premium Bulog sudah menjangkau kota-kota besar seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Semarang, Klaten, Solo, Salatiga, Bandung, Karawang, Subang, dan Kupang.

Selanjutnya Bulog juga akan terus memperluas pasokan beras premium ke berbagai kota di seluruh Indonesia.

Rizal menuturkan penguatan pasokan melalui ritel modern menjadi bagian dari strategi Bulog untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk beras premium sekaligus memastikan ketersediaan beras di berbagai kanal distribusi, terutama di wilayah dengan tingkat kebutuhan konsumsi yang tinggi.

Berdasarkan data alokasi penyaluran, Bulog menyiapkan pasokan beras premium hingga 75 ribu ton per bulan untuk sejumlah jaringan ritel modern.

Alokasi tersebut antara lain melalui PT Indomarco Prismatama, PT Megah Daya, PT Inti Cakrawala Citr, PT Sumber Aleria Trijaya, PT Lion Super Indo, PT Swalayan Sukses Abadi, PT Matahari Putra Prima, PT Tip Top Supermarket, PT Midi Utama Indonesia, dan PT Hero Retail Nusantara.

"Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, memiliki akses yang mudah terhadap beras premium. Karena itu, Bulog terus memperkuat distribusi melalui jaringan ritel modern yang tersebar di berbagai kota," kata Rizal.

Baca Juga: BPKN: Pelaku Usaha Beras Fortifikasi Wajib Ganti Rugi jika Terbukti Melanggar

Pemerintah Awasi Peredaran Beras

Penguatan pasokan beras premium berjalan seiring dengan langkah pengawasan terhadap peredaran beras di pasar untuk memastikan produk yang beredar sesuai standar mutu dan informasi pada label.

Amran menyampaikan pemerintah menemukan dugaan perubahan produk dari beras premium menjadi beras fortifikasi yang kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan laboratorium oleh empat laboratorium kredibel.

"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
beras premium Bulog pasokan beras premium amran sulaiman perum bulog Ritel Modern