JAKARTA – Enam tahun puasa karya, Sheila on 7 akhirnya kembali merilis single baru berjudul Memori Baik. Di lagu tersebut, Duta mengisi suara bersama putrinya, Aishameglio Duta Chiara. Memori Baik menandai salah satu fase pendewasaan So7.
"Ya, bisa dikatakan begitu. Segala macam yang jadi inspirasi setelah bertambahnya umur pasti memengaruhi," kata Duta saat konferensi pers di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (25/11).
Jika dulu So7 dikenal dengan lagu bertema romansa cinta anak muda dan persahabatan, Memori Baik ditulis Eross Candra empat tahun lalu berdasar pengalamannya sebagai orang tua yang menyaksikan pertumbuhan anak.
"Kami menyadari suatu saat mereka akan punya kehidupan sendiri. Jadi, lagu ini kayak meng-capture momen yang kami jalani 10 tahun ke belakang," tutur Eross.
Aisha dipilih sebagai kolabolator setelah mereka melalui konser bareng selama hampir satu tahun terakhir. Sejak awal tahun, Aisha kerap ikut manggung mengisi backing vocal So7 di sejumlah acara.
"Saya ingat punya materi lagu yang memang dibikin buat duet. Liriknya disesuaikan sedikit, dibantu kurasi sama yang lain biar sesuai selera kita bersama," lanjut Eross.
Duta mengalami gejolak emosi yang berbeda. Meski senang punya karya kolaborasi bersama anak, dia juga merasa tertekan. "Justru beban sebenarnya sebagai orang tua. Kalau sebagai vokalis, saya tahu kondisinya dan saya tahu dia (Aisha, Red) bisa," ucap dia.
Pemilik nama asli Akhdiyat Duta Modjo itu khawatir Aisha belum siap mental sepenuhnya untuk terjun ke industri hiburan dan menjadi sorotan publik. "Alhamdulillah konsepnya featuring, bukan duet. Buat pengalamannya Aisha. Kalau duet, kayaknya beban moralnya lebih berat," jelas Duta.
Saat membawakan Memori Baik secara langsung, Duta merasa sangat emosional. Pasalnya, lagu tersebut relate dengan yang sedang dialami. Mengingat Aisha memasuki usia dewasa muda dan memiliki kesibukan sebagai mahasiswi Universitas Gadjah Mada. "Saya sejenak kayak recall," cetus Duta.
Adam menambahkan, produksi Memori Baik berbeda dari lagu-lagu So7 sebelumnya. Mereka merampungkan lagu itu di luar negeri untuk kali pertama setelah So7 puluhan tahun bermusik.
"Walau proses take vocal tetap dilakukan di Jogjakarta. Mixing dan mastering-nya di Jepang. Tadinya pengin rekaman live di Swiss atau Swedia, tapi saat itu kami rasa belum memungkinkan untuk So7," papar Adam. (shf/c6/nor)
Editor : Miftahul Khair