PONTIANAK POST - Perselingkuhan yang dilakukan ibu dan suami Norma Risma pada 2022 lalu menghebohkan jagat maya. Kisah viral itu lantas diadaptasi menjadi film layar lebar Norma: Antara Mertua dan Menantu yang dirilis pada 31 Maret lalu.
Tissa Biani didapuk sebagai pemeran utama film besutan Dee Company dan sutradara Guntur Soeharjanto itu.
Berperan sebagai Norma, Tissa mengaku bahwa Norma merupakan film dramanya yang sangat menguras emosi.
“Karena dramanya bukan percintaan nih, tapi perselingkuhan yang membutuhkan emosi yang luar biasa. Apalagi, belakangan ini aku lagi ambil film komedi terus,” kata Tissa beberapa waktu lalu.
Selama hampir sebulan syuting, Tissa hanya punya waktu empat hari terbebas dari akting menangis.
Pedihnya kisah hidup yang dijalani Norma, membuat kekasih Dul Jaelani itu mengaku tidak lagi bisa melanjutkan syuting. Sebab, emosi dan energinya betul-betul sudah terkuras habis dan membuatnya mati rasa.
“Pasti ada momen di tengah proses syuting aku udah capek banget, udah nggak bisa keluar air matanya. Aku sampai bilang ke Yusuf (Mahardika, pemeran Irfan, Red) dan Mami Wulan (Guritno, pemeran Rina, Red) ‘kayaknya aku sudah nggak kuat deh. aku capek mainin Norma’,” kenang Tissa.
Banyaknya air mata yang terkuras, membuat aktris 22 tahun itu harus mengatasi ketahanan fisik dan emosionalnya.
“Minum air putih yang banyak adalah tabunganku untuk keluar air mata. Kalau nggak minum air putih yang banyak, air mataku tuh nggak keluar,” ungkap Tissa.
Jika ditonton secara keseluruhan, Norma tak hanya memuat kisah dramatis emosional. Film tersebut juga mengandung komedi. Kehadiran Nunung yang memerankan tokoh Bude menjadi warna di film Norma.
Bude tampil bak pahlawan dan selalu pasang badan menjadi garda terdepan untuk keponakannya, Norma.
Kelucuan yang ditampilkan Nunung terasa natural. Bahkan, ketika sedang tidak melakukan adegan komedi pun penonton akan terhibur dengan kemunculan Nunung.
Kualitas akting para aktor yang terlibat di film ini tak perlu diragukan. Mereka berperan dengan seimbang.
Penampilan mereka cenderung setara alias yang satu tidak mengungguli yang lain. Emosi yang mereka keluarkan juga tidak berlebihan dan berhasil sampai ke hati penonton.
Oka Aurora selaku penulis berhasil mengubah cerita viral sensasional menjadi cerita yang ringan dan halus.(shf/len)
Editor : Miftahul Khair