PONTIANAK POST - Legenda Malin Kundang asal Minangkabau diolah menjadi cerita yang lebih modern.
Rumah produksi Come and See Pictures bakal merilis film drama-misteri-thriller berjudul Legenda Kelam Malin Kundang yang dibintangi oleh Rio Dewanto, Faradina Mufti, Nova Eliza, dan Vonny Anggraini. Rencananya, film besutan sutradara Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo itu bakal tayang akhir tahun ini.
Legenda Kelam Malin Kundang masih membuat sejumlah unsur cerita rakyat tersohor itu.
Di antaranya hubungan ibu-anak, konsep anak durhaka, serta budaya Minangkabau. Namun, cerita dan konteksnya dibuat lebih kompleks dan relevan dengan masa kini.
"Cerita rakyat itu jadi inspirasi kami, yang ingin menggali kembali kekayaan cerita di Indonesia. Kisahnya diolah dengan cara kami sehingga bisa membawa pemikiran baru terhadap cerita itu tanpa mengaburkan nilainya," papar produser Joko Anwar dalam jumpa pers, kemarin (19/5) sore, di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.
Cerita film berlatar masa kini. Alif (Rio) adalah pelukis mikro yang kerap menggunakan benda-benda untuk menggoreskan catnya.
Salah satunya, batu, objek yang identik dengan cerita Malin Kundang.
Suatu ketika, Alif mengalami kecelakaan dan ingatannya terganggu. Istri Alif, Nadine (Faradina), lantas mengatakan bahwa ibu Alif akan berkunjung dari kampung.
Masalahnya, Alif sama sekali tidak ingat siapa ibunya atau bahkan masa lalunya. Kedatangan sang perempuan (Nova) malah membuat Alif curiga. Jangan-jangan, sang perempuan bukan ibunya.
Naskah film ditulis oleh Joko, Rafki, dan Aline Djayakusuma. Alih-alih hanya memaparkan kompleksitas hubungan ibu dan anak, beberapa isu lain juga diangkat dalam Legenda Kelam Malin Kundang.
Di antaranya, trauma lintas generasi. "Ada soal kesenjangan antara miskin dan kaya juga," ujar Rafki yang asli Minangkabau.
Dia sendiri masih enggan memaparkan detail lantaran tak ingin mengungkap spoiler.
"Walaupun diangkat dari legenda lokal, tapi isunya tetap universal, kok. Message utuhnya akan terlihat setelah nonton filmnya," tambah Rafki.
Para cast mengaku bahwa mereka mendapat pemahaman dan citra baru terhadap cerita Malin Kundang setelah proses reading dan syuting.
Salah satunya Rio, sang pemeran utama. Aktor film Modus Anomali (2012) itu mengatakan bahwa sosok dan cerita Malin Kundang bisa direinterpretasi meski sudah melegenda.
"Saya kagum sama naskahnya. Kok bisa ya dibawa ke titik ini," ujar Rio,yang memperhatikan cara melukis di objek kecil untuk menghayati peran sebagai Alif.
Nova menambahkan bahwa karakter dan cerita di Legenda Kelam Malin Kundang didominasi oleh perasaan-perasaan kelam dan gelap.
"Ada strata sosial, ada kesedihan. Kalau soal kompleksitas karakter, saya belum bisa jawab," ujar Nova yang enggan memaparkan plot dan watak lebih jauh.
Yang pasti, Nova berlatih bahasa Minangkabau untuk perannya sebagai perempuan yang mengaku sebagai ibu Alif.
Selain direncanakan tayang di Indonesia, Legenda Kelam Malin Kundang juga akan diputar di luar negeri.
Film dengan judul internasional sMOTHERed itu kini sedang disertakan di pasar film Marche du Film Cannes International Film Festival 2025 di Prancis.
"Kami dibantu Barunson E&A sebagai world sales agent," ujar produser Tia Hasibuan. (len)
Editor : Miftahul Khair