PONTIANAK POST – James Cameron, sutradara di balik seluruh film Avatar, mengungkapkan niatnya untuk mengembangkan semesta Avatar ke format animasi.
Mengutip dari Variety, Kamis (31/7), Cameron menyatakan bahwa ia telah berdiskusi dengan pihak Disney mengenai pengembangan serial antologi animasi yang berlatar di dunia Avatar.
Menurutnya, format antologi akan membuka ruang untuk menyampaikan berbagai cerita baru yang belum sempat ditampilkan dalam film utama.
Cameron mengaku terinspirasi oleh The Animatrix, serial antologi animasi rilisan 2003 yang memperluas narasi semesta The Matrix.
Ia berharap, lewat format animasi pendek dapat memperlihatkan detail dan nuansa dunia Pandora secara lebih kaya.
Baik dalam bentuk serial untuk platform streaming maupun film animasi layar lebar.
Pendekatan ini diyakini dapat memberikan warna baru dalam waralaba Avatar dengan kedalaman cerita yang lebih variatif.
Salah satu fokus cerita dalam serial animasi ini ialah menggali latar belakang karakter serta peristiwa-peristiwa penting yang tidak ditampilkan dalam film utama.
Cameron memberi contoh seperti kisah ekspedisi manusia pertama ke Pandora, atau sejarah awal suku-suku Na’vi. Cerita-cerita ini akan memperluas cakupan dunia fiksi ilmiah yang telah dibangunnya sejak 2009.
Untuk merealisasikan proyek ini, Cameron kini tengah mencari animator independen serta studio butik yang memiliki pandangan kreatif sejalan.
Ia menekankan pentingnya menjaga orisinalitas dan kualitas visual agar semangat dunia Avatar tetap hidup di versi animasinya.
Saat ini, tahap pengembangan ide cerita dan penyusunan konsep sedang berlangsung, dan pengumuman resminya akan dilakukan dalam waktu dekat.
Sementara itu, film ketiga dalam rangkaian Avatar, berjudul Avatar: Fire and Ash, dijadwalkan rilis pada 19 Desember oleh Disney dan 20th Century Studios.
Film ini akan menampilkan suku Na’vi yang lebih brutal, serta memperlihatkan wilayah Pandora yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Cameron menjanjikan pengalaman visual yang memukau dan konflik emosional yang lebih intens dibanding film sebelumnya.
Ia menyebut bahwa Avatar: Fire and Ash akan menjadi titik balik penting dalam lima bagian saga Avatar yang telah ia rancang sejak awal.
Dengan hadirnya serial animasi dan film lanjutan, semesta Avatar diperkirakan akan menjadi salah satu dunia fiksi ilmiah terluas dan paling kompleks dalam sejarah perfilman global. (*)
Editor : Miftahul Khair