PONTIANAK POST – Sebuah buku biografi terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang vokalis The Rolling Stones, Mick Jagger.
Bintang rock tersebut dikabarkan nyaris tewas akibat overdosis heroin pada tahun 1976.
Produser rekaman Chess Marshall mengeklaim menemukan Jagger tergeletak tak berdaya di lantai apartemennya.
Laporan ini tertuang dalam buku The Rolling Stones: The Biography karya penulis Bob Spitz.
Kejadian bermula saat Jagger mengunjungi Marshall setelah menghadiri sebuah pesta di New York. Menurut laporan New York Post, keduanya berbagi satu gram heroin malam itu.
Hanya dalam sepuluh menit, Mick Jagger dilaporkan pingsan dan tidak sadarkan diri.
"Bibirnya mulai berubah membiru," tulis Spitz menggambarkan momen kritis dalam bukunya tersebut sebagaimana dikutip Mirror.
Baca Juga: Biopik Michael Jackson Pecahkan Rekor Dunia, Raup US$217 Juta di Pekan Perdana
Marshall mengaku sangat panik dan berusaha memberikan napas buatan kepada sang legenda.
Ia juga menghubungi Ahmet Ertegun, mantan presiden Atlantic Records, untuk meminta bantuan darurat.
Aktris Faye Dunaway kabarnya ikut membantu mengatur kamar rumah sakit secara rahasia. Langkah ini diambil agar kejadian tersebut tidak diketahui publik maupun media saat itu.
Riwayat Penggunaan Narkoba Mick Jagger
Mantan pasangan Jagger, Jerry Hall, sebelumnya juga pernah mengeklaim bahwa sang rocker mengonsumsi heroin.
Hall menyebut Jagger berhasil berhenti karena permintaannya melalui kekuatan tekad yang luar biasa.
"Saya katakan kepadanya saya tidak bisa bersamanya jika ia memakai narkoba," tulis Hall.
Selain Jagger, gitaris Keith Richards juga diketahui sempat berjuang melawan kecanduan heroin pada akhir 1970-an.*
Editor : Uray Ronald