PONTIANAK POST - Cerita romansa religi kini semakin dekat dengan keseharian generasi muda.
Tidak lagi hadir dengan kesan berat dan menggurui, kisah cinta dibalut konflik emosional justru menjadi daya tarik utama.
Hal itu yang ditawarkan serial A dan Z: Insyaallah Cinta.
Baca Juga: A dan Z Tampilkan Perjalanan Cinta dari Kehilangan dan Kesalahpahaman
Diadaptasi dari cerita Wattpad karya Erlis Kurnianti yang telah dibaca lebih dari 29 juta kali, serial ini menghadirkan perjalanan dua karakter dengan latar belakang berbeda yang dipersatukan oleh keadaan.
Berawal dari Kehilangan dan Amanah
Zara (Laura Moane) merupakan mahasiswi kedokteran yang ceria dan penuh kejutan.
Hidupnya berubah setelah sang kakak, Fara (Zoe Abbas), meninggal dunia usai peristiwa perjodohan yang semula ingin ia gagalkan.
Baca Juga: Film Suamiku Lukaku: Ayu Azhari Edukasi Anak Soal Hubungan Toxic
Sebelum meninggal, Fara meninggalkan amanah agar Zara menggantikan dirinya menikah dengan Gus Abyan (Rizky Nazar), putra pemilik pesantren.
Perbedaan gaya hidup keduanya membuat Zara sulit menerima pernikahan tersebut.
Sementara itu, Abyan memilih menjalani perjodohan sebagai bentuk balas budi kepada orang tua Zara yang telah membiayai pendidikan S2-nya.
Baca Juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Wakili Indonesia di Oscar 2026
Meski tinggal serumah dan berstatus suami istri, keduanya masih menjalani kehidupan dengan cara pandang berbeda.
Situasi itu melahirkan banyak dinamika emosional dalam rumah tangga mereka.
Romansa Tumbuh di Tengah Konflik
Hubungan Zara dan Abyan mulai berubah ketika keduanya perlahan saling memahami. Namun, proses itu tidak berjalan mudah.
Hans (Yusuf Kartiko) hadir dan terus mendekati Zara.
Kedekatan mereka membuat Zara merasa nyaman, sementara interaksi kecil bersama Abyan justru menumbuhkan rasa yang tidak disadari.
Konflik semakin berkembang ketika masa lalu Abyan kembali muncul dan memengaruhi hubungan rumah tangga mereka.
Hadirkan Religi yang Tidak Menggurui
Sutradara Key Mangunsong mengatakan serial ini sengaja dibangun dari sudut pandang yang lebih realistis.
Menurutnya, cinta tidak selalu hadir dari ketertarikan sejak awal.
“Romansa biasanya dimulai dari ketertarikan. Tapi di series ini, cinta justru dimulai dari kehilangan dan kesalahpahaman. Cinta mereka adalah keputusan untuk bertahan, belajar memahami, dan memaafkan kekurangan,” tutur Key, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Jumbo jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Salip KKN di Desa Penari
Nuansa religi dalam serial juga dibuat mengalir alami melalui perjalanan emosional karakter.
“Jadi kami tidak ceramah di sini, nuansa religi hadir dari proses pendewasaan karakter yang selalu melibatkan hati. Entah itu kesabaran, keikhlasan atau kepasrahan,” papar Key.
Cerita Ringan dengan Pesan Positif
Rizky Nazar menilai serial ini membawa pesan tentang ikhlas dan menerima takdir yang tidak selalu sesuai rencana.
“Soal ikhlas dan menerima takdir yang nggak pernah kita rencanakan. Dua orang yang awalnya terpaksa bersama, belajar bertahan, percaya, dan meyakini rencana Allah jauh lebih indah dari yang kita susun,” papar Rizky.
Baca Juga: 'Jumbo' Jadi Film Animasi Pertama yang Tembus 9 Juta Penonton di Indonesia
Sementara itu, Laura Moane menyebut cerita dalam serial ini tetap terasa ringan dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
“Banyak pesan positif di series ini, tapi ceritanya relate dan nggak terasa berat atau menggurui sehingga lebih kena ke generasi muda,” ujarnya. (*)
Editor : Chairunnisya