Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hoppers, Komedi Absurd dengan Kritik terhadap Pembangunan

Chairunnisya • Minggu, 24 Mei 2026 | 22:18 WIB
Mabel (Piper Curda) masuk ke dalam robot berang-berang sehingga ia bisa membaur dan bercakap-cakap dengan para binatang. (DISNEY)
Mabel (Piper Curda) masuk ke dalam robot berang-berang sehingga ia bisa membaur dan bercakap-cakap dengan para binatang. (DISNEY)

PONTIANAK POST - Animasi identik dengan cerita ringan dan menghibur.

Namun lewat Hoppers, Pixar mencoba menghadirkan cerita yang tak hanya lucu, tetapi juga menyentil persoalan pembangunan dan kerusakan lingkungan.

Dilansir dari Jawapos, Film ini mengikuti perjuangan Mabel Tanaka (Piper Curda), remaja pecinta alam yang berusaha mempertahankan lahan terbuka kesayangannya dari proyek jalan raya.

Baca Juga: Pixar Gunakan Teknologi Fiksi Ilmiah untuk Mengangkat Isu Alam dalam Film Hoppers

Konflik antara Alam dan Pembangunan

Lahan terbuka di dekat rumah nenek Mabel menjadi habitat berbagai hewan liar. Tempat itu juga menjadi ruang favorit Mabel untuk mencari ketenangan.

Sayangnya, Walikota Jerry Generazzon (Jon Hamm) ingin membangun jalan raya di kawasan tersebut.

Proyek itu mengancam keberadaan pepohonan, kolam alami, dan habitat para hewan.

Mabel pun berusaha membuktikan bahwa lahan itu penting untuk diselamatkan.

Baca Juga: Film Animasi Hoppers Angkat Isu Lingkungan dengan Cara Absurd dan Menghibur

Teknologi Futuristik dalam Balutan Fabel

Di tengah perjuangannya, Mabel menemukan robot berang-berang karya Dr. Sam (Kathy Najimy).

Robot itu menggunakan teknologi Hoppers yang memungkinkan manusia memasukkan kesadarannya ke tubuh robot.

Teknologi tersebut membuat Mabel dapat memahami bahasa hewan dan hidup layaknya penghuni alam liar.

Dari sinilah film berkembang menjadi fabel modern penuh komedi absurd.

Humor yang Menyimpan Kritik Sosial

Berbagai adegan kocak muncul sepanjang cerita.

Mulai dari rapat para hewan, berang-berang yang memimpin tarian, hingga hiu terbang yang terasa aneh sekaligus mengundang tawa.

Baca Juga: BPBD Mempawah Edukasi Bahaya Kebakaran kepada Anak PAUD Lewat Film Animasi

Namun di balik humor itu, Hoppers menyimpan kritik terhadap pembangunan yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

Film ini juga menyoroti bagaimana pemerintah dan kekuasaan kerap memaksakan proyek pembangunan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap alam.

Relevan dengan Kondisi Saat Ini

Pesan yang dibawa Hoppers terasa dekat dengan berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di dunia nyata.

Baca Juga: Digarap Tiga Tahun, Film Animasi Panji Tengkorak Siap Menggebrak Bioskop Nasional

Kerusakan hutan, berkurangnya ruang hijau, hingga bencana akibat eksploitasi alam menjadi isu yang terus muncul.

Karena itu, Hoppers tampil sebagai animasi yang bukan hanya menghibur, tetapi juga relevan dengan kondisi saat ini.

Film ini mengingatkan bahwa menjaga alam bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. (*)

Editor : Chairunnisya
#film #film animasi #film komedi