PONTIANAK POST - Film horor identik dengan kemunculan makhluk menyeramkan.
Namun, Obsession memilih jalur berbeda dengan mengandalkan atmosfer psikologis yang membuat penonton tidak nyaman sejak awal.
Atmosfer Gelap Sejak Awal
Baca Juga: Lee Min Ho Tampil Beda di Film Thriller The Assassin(s), Bukan Peran Romantis
Dilansir dari Jawapos, Obsession diawali dengan adegan yang kerap muncul dalam drama romansa atau komedi romantis, yakni pria pemalu yang kesulitan mendekati perempuan pujaannya.
Namun, Curry Barker tidak keluar dari genre horor yang sejak awal dibangunnya.
Tone warna adegan, termasuk sebelum Bear membuat keinginan, didominasi warna gelap sebagai simbol hasrat Bear untuk memiliki Nikki.
Baca Juga: Film Minions & Monsters Resmi Tayang di Bioskop Indonesia, Pilihan Tepat Isi Liburan Sekolah Anak
Nuansa suram tersebut dipadukan dengan scoring yang mencekam. Adegan kebersamaan Bear dan Nikki pun terasa jauh dari kesan romantis karena perilaku Nikki perlahan terlihat ganjil.
Sosoknya bahkan beberapa kali muncul berdiri dalam gelap layaknya bayangan misterius.
Horor Tanpa Hantu
Baca Juga: Dear You, Film Tiongkok Berdialek "Teochew" Sukses Besar, Raih Popularitas di Asia Tenggara
Meski menghadirkan unsur supranatural berupa keinginan yang menjadi kenyataan dan tingkah Nikki yang di luar nalar, Obsession tidak menampilkan hantu maupun monster.
Sebaliknya, rasa takut dibangun melalui penyutradaraan, scoring, serta penampilan apik Inde Navarrette sebagai Nikki.
Sumber horor justru lahir dari obsesi Nikki terhadap Bear yang semakin tidak masuk akal. (*)
Editor : Chairunnisya