Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dukung AMJI ATTAK Menjadi Pahlawan Nasional, Ranger Dayak Pahlawan Dwikora

Yulfi Asmadi • Sabtu, 29 Oktober 2022 | 19:24 WIB
Christina Salomita Lomon Lyons torehkan jejak sejarah melalui buku Amji Attak Ranger Andalan Jenderal Anton Soedjarwo.
Christina Salomita Lomon Lyons torehkan jejak sejarah melalui buku Amji Attak Ranger Andalan Jenderal Anton Soedjarwo.
PONTIANAK - Masyarakat Dayak khususnya generasi mudanya patut berbangga karena memiliki pahlawan Dwikora Amji Attak, Ranger Resimen Pelopor Brimob Polri yang ikut berjuang mempertahankan kedaulatan NKRI.

Kisah perjuangan Bunga Bangsa yang heroik dalam mempertahankan NKRI ditulis menjadi sebuah buku, “Amji Attak Ranger Andalan Jenderal Anton Soedjarwo”. Penulisnya adalah wartawati perempuan asal suku Dayak Bidayuh, Kalimantan Barat, Christina Salomita Lomon Lyons.

Beragam upaya berkelanjutan kemudian dilakukan agar Amji Attak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah. Antara lain, dengan menyelenggarakan acara Diskusi dan Bedah Buku "Amji Attak Ranger Pahlawan Dwikora" yang diselenggarakan di Hotel 95, Pontianak, Kalimantan - Barat, Sabtu (15/10).

Acara diinisiasi Maria Goreti S. Sos. MSi, Anggota DPD RI periode 2019 - 2024. Perempuan Dayak dari sub suku Dayak Kanayatn, Kebadu-Pahauman, Landak, Kalimantan Barat yang akrab dipanggil Yeti mengapresiasi kiprah Christina yang mampu menorehkan jejak sejarah melalui tulisan yang menginspirasi pada sebuah buku.

“Tujuan diskusi dan bedah buku agar masyarakat Indonesia mengenal sosok Amji Attak. Ranger Pahlawan Dwikora yang mumpuni dalam operasi militer, serta berani menghadapi pasukan Belanda,” kata Yeti, perempuan terinspiratif kategori Politik Majalah Kartini.

“Sebagai anak kandung sosiologis dan ideologis saya merasa bertanggung jawab terhadap nama baik orang tua ini (Amji Attak). Paling tidak untuk generasi muda Kalimantan Barat yang mesti mengenal. Kenal dahulu, baru tahu perjuangan beliau,” sambung Yeti.

Photo
Photo
Maria Goreti Senator Dayak KalBar mendesak Pemerintah Pusat untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Amji Attak.

Yeti menambahkan sebagai penulis, Christina telah mendedikasikan pikiran, gagasan, serta waktunya untuk membuat sebuah buku yang merupakan karya besar yang menceritakan kisah patriot pemberani ikon Korps BRIMOB Amji Attak.

“Acara yang lahir dari keprihatinan, serta kepedulian yang sama dari kami berdua, yang berasal dari suku Dayak di Kalimantan Barat, bertujuan untuk membunyikan, serta menggaungkan atas dedikasi dan kepahlawanan putra Dayak Kalbar yang sangat membanggakan. Menjadi langkah awal buat kami untuk mendesak pemerintah pusat untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Amji Attak,” ungkap Yeti yang dikenal sebagai Senator kharismatik.

Acara terselenggara atas kerjasama Yayasan Sumangat Nusantara, DPD RI, dan Dayakdreams.com. Sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, tokoh adat suku dayak, budayawan dan sejarawan, serta keluarga besar Amji Attak hadir untuk memberikan dukungan dalam acara tersebut.

Perwakilan Pangdam XII Tanjungpura Kol. TNI AD Abdul Hamid, Perwakilan Gubernur Kalimantan Barat Drs. Ignasius IK, Dan Den Gegana Brimob Kalimantan Barat Kompol Mujiono, Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol R Petit W, Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Sulastri, Penulis Buku Amji Attak Christina Salomita Lomon Lyons dan suami Michael Lyons asal Amerika Serikat, serta Keluarga Besar Amji Attak yang berdomisili di Pontianak dan Anjungan, Mempawah, Kalbar.

Buku Amji Attak buah karya Christina Salomita Lomon Lyons menceritakan kisah perjuangan Sang Bhayangkara Resimen Pelopor Brimob Polri keturunan sub suku Dayak Kanayatn lahir pada tahun 1933, di Desa Kepayang, Kecamatan Anjungan, Mempawah, Kalbar.

Amji Attak merupakan putra ketujuh dari delapan bersaudara. Ayahnya bernama Attak merupakan petani sederhana. Ibunya Ipah, seorang ibu rumah tangga. Kedua orang tuanya merupakan sub suku Dayak Kanayatn di Kabupaten Landak.

Pada saat Operasi Dwikora digaungkan Presiden Soekarno, Amji Attak terpilih untuk melakukan tugas intelijen ke Singapura, yang waktu itu masih bergabung dengan Malaysia. Saat memimpin misi rahasia melawan Belanda dalam Operasi Trikora, insiden menyedihkan dialami Ranger. Sampan nelayan yang mereka tumpangi, yang digunakan untuk menuju bibir pantai ditemukan, kemudian dihancurkan pasukan Belanda. Amji Attak beserta pasukannya kemudian ditawan. Perjuangan Amji Attak mencapai puncaknya pada Operasi Dwikora.

Untuk mengenang jasa-jasanya, namanya diabadikan sebagai nama Ksatrian Brimob Amji Attak di Kelapa Dua Depok. Hadir patung ikonik yang dibangun di Gerbang Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok. Hadirnya Buku Amji Attak disambut penuh suka cita oleh masyarakat Kalimantan Barat, khususnya suku Dayak.

Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol R Petit Wijaya mengatakan, “Kami dari Polda Kalbar mendukung sepenuhnya upaya untuk mengusulkan Amji Attak dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah. Di sini juga hadir Ibu Sulastri, pelaku sejarah dari peristiwa di Mako Brimob,” katanya.

Dukungan serupa datang dari Perwakilan Gubernur Kalbar Drs. Ignasius IK. Menurutnya kegiatan ini menjadi langkah awal. Ia berharap tidak terhenti pada diskusi dan bedah buku. “Tentu saja butuh dukungan masyarakat untuk memperjuangkan Amji Attak menjadi Pahlawan Nasional,” ungkap Ignasius.

Senada dengan Ignasius IK, Kompol Mujiono Dan Den Gegana Brimob Kalbar menyampaikan, “Atas perintah langsung Dankor Brimob Polri Komjen Pol Anang Revandoko, dan Dansat Brimob Kalbar Kombes M Guntur. Amji Attak adalah Pahlawan BRIMOB. Semangat, serta kesetiaan beliau terhadap NKRI tidak diragukan lagi. Beliau adalah panutan kami,”

Ketua Dewan Adat Dayak, Mempawah Kalbar Adrianus Marcel mengatakan bahwa gerakan-gerakan positif harus dilakukan untuk menjadikan Amji Attak sebagai Pahlawan Nasional. Antara lain melalui upaya simbolik dengan membangun Tugu Amji Attak, dan membuat nama jalan.

Salah satu keponakan Amji Attak, Subianto yang mewakili Keluarga Besarnya turut berbagi pendapat. Pihaknya mengapresiasi terbitnya buku tentang perjuangan Amji Attak.
“Selama ini saya hanya mendengar cerita heroik beliau dari orang tua saya Darmawi Attak, yang merupakan adik kandung dari Alm. Amji Attak,” cerita Subianto.

Subianto mengatakan jasa Amji Attak sangat luar biasa bagi bangsa dan negara. Jasanya menjadi simbol perjuangan, membela kebenaran, serta rela berkorban sehingga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
“Khususnya keluarga besar Amji Attak untuk meneruskan perjuangan beliau, sesuai dengan kiprahnya masing-masing,” ungkap Subianto.

Subianto menyebutkan bahwa salah satu cicit Amji Attak yakni Brigadir Pol Jordan Attak, putra dari Tatat Nathanael (cucu Amji Attak) menjadi penerus perjuangan kakek buyutnya. Saat ini Jordan Attak bersama pasukan Brimob lainnya sedang bertugas di Papua.
“Mohon doa restunya untuk Jordan meneruskan perjuangan leluhur kami Amji Attak,” pinta Subianto.

Sosok Inspiratif di Segala Zaman

Christina, penulis buku Amji Attak ini mengatakan proses penulisan buku dilakukan saat dunia tak terkecuali di Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19 dengan sejumlah pembatasan sosial.
“Saya tak ingin hanya diam tanpa berkegiatan di rumah. Saya memulai menulis kisah heroik Amji Attak. Kami memiliki garis keturunan yang sama, berasal dari suku Dayak. Saya keturunan sub suku Dayak Bidayuh, Sekayam, Kabupaten Sanggau di perbatasan Entikong, Sarawak - Malaysia,” ungkap Christina.

Christina mengakui memiliki kagum dengan perjuangan Amji Attak. “Melalui keahlian saya menulis, saya ingin memberikan sumbangsih terhadap kemajuan suku Dayak di Indonesia melalui sebuah buku sejarah,” ujar Christina.

Christina menceritakan bahwa sosok Ranger Amji Attak jauh dari kesan sangar. Perawakannya kecil langsing, dengan tinggi 160 cm. Namun memiliki mental juang tinggi, pemberani. Amji Attak menjadi andalan Jenderal Polisi Anton Soedjarwo yang dulunya merupakan siswa satu angkatan di Sekolah Ranger, Sekolah Pendidikan Mobile Brigade di Watukosek, Porong, Jawa Timur tahun 1959.

Lanjut Christina, secara pengalaman dalam strategi operasi militer, Jenderal Anton Soedjarwo mengakui kemampuan Amji Attak yang mumpuni. Selain diuntungkan karena memiliki tubuh kecil. Dalam kegiatannya menjadi mata-mata, dia selalu sukses melenggang masuk ke negara Malaysia, tanpa dicurigai bahwa dia merupakan intelijen. Polisi sulit untuk membedakan, apalagi awam.

Christina menambahkan selama proses penulisan, dia mengumpulkan sejumlah data tentang Amji Attak sejak 2015. Sempat terputus, tapi berlanjut Mei 2018. Sembari melakukan riset dan penelitian ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Ia juga melakukan wawancara terhadap sejumlah tokoh yang mengenal dan cukup dekat dengan sosok Amji Attak.

“Saya bersama suami Mick Lyons asal USA yang membantu sebagai videographer, fotografer dan desain artistik terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat. Berkendara ke kampung halaman beliau di Anjungan, Mempawah, Kalbar, untuk bersilaturahmi, sambil melakukan wawancara kepada keluarga besarnya. Buku berhasil saya selesaikan penulisannya pada Februari 2020,” kata Christina yang pernah menjadi wartawan, Redaktur, dan Pemimpin Redaksi di Tabloid Wanita Indonesia.

“Selain buku karya saya, Tim Humas Mabes Polri telah membuat film dokumenter Kesatria Amji Attak Lokal Hero's yang tayang di TV One, Jum'at (15/10/2022),” imbuh Christina.

Christina berharap melalui Buku Amji Attak Ranger Andalan Jenderal Anton Soedjarwo, sosoknya bisa menjadi role models bagi generasi muda Indonesia. Sosok Amji Attak mampu menginspirasi banyak anak muda untuk memiliki pendirian, komitmen menjadi generasi penerus yang andal dalam segala bidang. Jujur, tekun, kreatif dan pemberani, serta mau melatih skills sesuai minat dan bakat mereka yang bisa menjadi kebanggaan di setiap era.

“Goals yang kami inginkan selaku putra-putri Dayak Kalimantan Barat, nantinya sosok pejuang pemberani ini bisa dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia,” harap founder Dayakdreams.com ini.

Selain itu ia juga meminta agar Pemerintah Republik Indonesia memindahkan kerangka jenazah para pejuang Dwikora di Malaysia, agar dapat dimakamkan secara layak di Taman Makam Pahlawan di Tanah Air. (mse/r) Editor : Yulfi Asmadi
#Pahlawan Dwikora #Dukung AMJI ATTAK #Pahlawan Nasional #Ranger Dayak