Peringatan 100 tahun AA Navis digelar secara nasional di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization ikut memperingati 100 tahun sastrawan Indonesia dengan nama lengkap Ali Akbar Navis ini.
MARSITA RIANDINI, Pontianak
BALAI Bahasa Kalbar turut menghadirkan gelar wicara Peringatan 100 Tahun AA Navis dengan membaca bersama karyanya pada Kamis (12/9).
AA Navis lahir di Padangpanjang, Sumatera Barat, tanggal 17 November 1924. Ia merupakan anak sulung dari lima belas bersaudara. Selain sebagai seorang sastrawan, AA Navis juga dikenal sebagai kritikus budaya, dan politikus Indonesia. Robohnya Surau Kami salah satu karya AA Navis yang membuat namanya popular di masyarakat.
Rekayasa Sejarah Si Patai karya lain dari AA Navis yang dipentaskan Fahrizal dan seorang rekannya dalam seni pertunjukkan dramatic reading memantik semangat sastrawan muda Kalimantan Barat.
Penonton diajak mengembara secara imajinatif, melalui struktur plot (alur), struktur dramatik, karakter dan setting peristiwa yang dilisankan oleh para aktor, yang bersumber pada naskah atau teks.
Karya AA Navis juga diperkenalkan melalui musikalisasi puisi yang disajikan Syamsul Huda. Sastra tak bisa dilepas dari dunia pendidikan. Implementasi karya AA Navis dalam kurikulum di sekolah dibahas Puji Lembayu dengan berbagai pendekatan karya sastra.
Perannya dalam kesusastraan di Kalbar dikupas tajam Nur Iskandar. Mulai dari hubungan sastra dan media massa di Kalbar hingga pentingnya memperkenalkan sastra dikalangan anak muda untuk membangkitkan sastra di Kalimantan Barat ini.
Anang Santosa, Kepala Balai Bahasa Kalbar mengatakan kegiatan ini merupakan suatu upaya untuk mengapresiasi penetapan 100 Tahun AA Navis sebagai perayaan internasional yang diinisiasi oleh Unesco saat penutupan sidang umum ke-42 di Paris, Perancis tanggal 22 November 2023.
"Kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan kembali karya-karya AA Navis kepada publik secara luas sebagai bentuk apresiasi atas pemikiran dan hasil karya," ujarnya.
Rangkaian acara merambah 30 wilayah balai dan kantor bahasa di seluruh Indonesia, di Jakarta dan bahkan hingga ke Paris. AA Navis bukan sekadar penulis hebat, tetapi juga seorang figur yang bijaksana.
Ia menanamkan rasa percaya diri dan nilai-nilai moral yang kuat dengan intelektual yang cerdas.
Sugeng Hariadi, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Barat mengapresiasi semangat peserta baik itu pelajar maupun pegiat dan komunitas sastra di Kalbar dalam peringatan 100 Tahun AA Navis.
Menurutnya ini menjadi mementum bangkitnya sastra di Tanah Air, khususnya di Kalbar.
"Saya berharap para mahasiswa, pelajar, pegiat sastra bisa terinspirasi dari sosok AA Navis ini dengan melahirkan karya, tidak hanya cerpen tetapi juga puisi dan lainnya," katanya.
Sugeng berharap semangat berkarya itu terus tertular di masyarakat sehingga lahir sastrawan-sastrawan Kalbar. Sugeng juga mengapresiasi pegiat sastra yang terus konsisten melahirkan karya. Bahkan dengan sukarela mengirimkan karya tulis mereka untuk menambah koleksi perpustakaan Kalbar. (*)
Editor : A'an