Asrama Haji Pontianak kembali ramai pada Senin (26/5). Sebanyak 366 jemaah berasal dari Pontianak, Singkawang, dan Sanggau diberangkatkan menuju Embarkasi Batam.
MARSITA RIANDINI, Pontianak
PONTIANAK POST - Yamsi, jemaah tertua dari 2.519 jemaah haji Kalbar ikut dalam rombongan kelompok terbang (kloter) 23 ini. Wanita berusia 80 tahun ini berasal dari Kecamatan Bonti. Kabupaten Sanggau. Ia tampak bahagia karena impiannya untuk berangkat ke Tanah Suci sebentar lagi terwujud.
Perjuangan Yamsi untuk bisa meraih kuota haji tidak mudah. Kesehariannya, nenek yang ramah ini menjual kripik. Keuntungan dari penjualan ditabung. Bahkan ia harus menabung bertahun-tahun untuk bisa melunasi biaya naik haji.
"Alhamdulillah, tahun ini saya berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Saya menabung bertahun-tahun untuk niat daftar haji," ungkapnya.
Yamsi juga berterima kasih kepada keluarganya. Ia tak menafikan bantuan dari anak saya dan keluarga untuk pelunasan biaya haji. "Ada juga bantuan dari anak dan keluarga," timpalnya.
Nek Yamsi berharap semoga ia dapat melaksanakan haji dengan lancar dan memperoleh haji yang mabrur.
"Doakan nenek ya. Semoga sehat dan dapat melaksanakan ibadah dengan lancar dan meraih haji mabrur," sambungnya.
Yamsi mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah melayani jemaah haji dengan baik. "Terima kasih kepada semua panitia yang sudah melayani dan membantu kami dengan baik," kata nenek Yamsi saat pelepasan jemaah di aula asrama haji Pontianak.
Selain Yamsi, Humaira Maharani menjadi calon haji termuda asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat tahun ini. Ia telah berangkat ke tanah suci pada Jumat (23/5). Jemaah asal Sambas ini tergabung dalam Kloter 21 embarkasi Batam. Usianya yang baru menginjak 18 tahun.
Remaja asal Desa Pemangkat, Kecamatan Pemangkat ini mendaftar haji sejak 2014, saat usianya masih tujuh tahun. Setelah menunggu selama lebih dari 10 tahun, keinginannya untuk menunaikan rukun Islam kelima akhirnya terwujud.
"Usia 18 tahun, sudah daftar haji pada tahun 2014 saat umur 7 tahun," ujar Humaira.
Sementara itu, jemaah haji Kalbar yang menginap di asrama haji Pontianak memberikan apresiasi atas fasilitas asrama haji dan panitia yang melayani jemaah dengan keramahan.
Pujian itu salah satunya datang dari seorang jemaah haji bernama Mansur (46 tahun) asal Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.
"Kami bersyukur tahun ini bisa menginap di gedung asrama haji Pontianak. Fasilitasnya lengkap, seperti hotel. Ada handuk, tempat tidur yang nyaman, ruangan yang luas dan dingin, toilet yang bersih, dan air yang lancar. Top dan jempol atas layanan yang diberikan panitia," katanya tersenyum lebar.
Seirama dengan pendapat Mansur, jemaah haji Kabupaten Sanggau atas nama Nursih Sulastri (57 tahun) dan Nursiah H. Masyur (73 tahun) juga memberikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan panitia.
"Kami merasa beruntung, tahun ini jemaah haji Kalbar menginap di asrama haji Pontianak. Gedung baru yang memiliki fasilitas lengkap seperti hotel bintang tiga. Dari sisi biaya kami diuntungkan karena tidak perlu membayar hotel lagi, tapi standar yang diberikan melebihi dari hotel," ungkap keduanya tersenyum bahagia.
Jemaah haji Sanggau juga merasa bahagia pelepasan jemaah haji Kloter 23 penerbangan kedua ini juga dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena. Mereka menyempatkan diri berfoto bersama di aula asrama haji Pontianak sebelum keberangkatan menuju Embarkasi Batam. (*)
Editor : Hanif