Tradisi Sembahyang Kubur yang digelar warga Tionghoa di Kubu Raya bukan hanya ritual keagamaan untuk mendoakan leluhur, tetapi juga wujud nyata nilai bakti dan penghormatan kepada orang tua yang diwariskan lintas generasi. Lebih dari itu, Sembahyang Kubur juga mencerminkan harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk.
AHSRI ISNAINI, Sungai Raya
Aroma dupa menyeruak sejak pagi di Komplek Pemakaman Tionghoa Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Rabu (27/8). Asap tipis membumbung, berpadu dengan warna-warni sesaji berupa makanan, buah-buahan, hingga kertas sembahyang yang tertata rapi di atas pusara. Di antara kepulan asap, ratusan warga Tionghoa tampak khusyuk berdoa dan menghaturkan penghormatan kepada leluhur mereka.
Sekitar 150 warga hadir bersama keluarga, dari anak-anak hingga orang tua, untuk mengikuti tradisi Sembahyang Kubur. Bagi mereka, ritual turun-temurun ini bukan sekadar kewajiban keagamaan, melainkan wujud nyata bakti kepada orang tua dan leluhur yang telah mendahului.
Aneka sajian makanan tradisional, buah segar, dan dupa di tangan keluarga menjadi simbol pengharapan agar kehidupan mereka senantiasa diberkahi. Suasana hening menyatu dengan doa-doa yang dilantunkan penuh khidmat. “Sembahyang kubur ini penting bagi kami, karena selain mendoakan leluhur, juga mengingatkan agar selalu menghormati jasa orang tua,” ujar seorang warga.
Tradisi ini juga menjadi perekat hubungan lintas generasi. Anak-anak diajak membersihkan pusara, menata sesaji, hingga menyalakan dupa, sebuah pembelajaran dini tentang nilai bakti dan penghormatan pada leluhur.
Agar ritual berjalan lancar, Polres Kubu Raya bersama Polsek Sungai Raya menurunkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan. Sejak pagi, polisi tampak mengatur arus lalu lintas di sekitar Jalan Adisucipto, berpatroli di area pemakaman, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada warga.
Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menegaskan keterlibatan kepolisian dalam pengamanan kegiatan keagamaan dan budaya masyarakat merupakan bagian dari tugas pokok Polri.
“Kami berkomitmen untuk selalu hadir memberikan rasa aman. Tradisi Sembahyang Leluhur ini bukan hanya ritual keagamaan, tapi juga wujud penghormatan kepada orang tua dan leluhur, sehingga perlu kita jaga suasana aman, tertib, dan kondusif,” kata Ade.
Lebih dari sekadar ritual, lanjutnya, Sembahyang Kubur juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi di Kabupaten Kubu Raya. Masyarakat dari berbagai latar belakang saling menghormati tradisi ini, mendukung terselenggaranya dengan damai tanpa hambatan.
Sembahyang Kubur di Kubu Raya tak hanya mengikat keluarga Tionghoa dengan leluhur mereka, tetapi juga memperkokoh ikatan sosial antarmasyarakat. Di tengah keragaman, tradisi ini menjadi pengingat bahwa keharmonisan tumbuh dari sikap saling menghormati. Ratusan warga Tionghoa di Kubu Raya khusyuk melaksanakan tradisi Sembahyang Kubur sebagai wujud bakti kepada leluhur. **
Editor : Hanif