Jumlah penumpang angkutan udara dan laut dalam negeri yang datang ke Kalimantan Barat mengalami penurunan signifikan pada Agustus 2025. Data statistik mengungkap jumlah penumpang domestik semakin menurun. Apa yang terjadi?
RAMSES TOBING, Pontianak
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, total penumpang pesawat domestik yang tiba tercatat sebanyak 108.087 orang, turun 13,93 persen dibandingkan Juli 2025. Sementara penumpang kapal laut turun lebih tajam, yakni 49,72 persen menjadi 6.013 orang.
Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh. Saichudin, menjelaskan bahwa Bandara Supadio di Kubu Raya masih menjadi pintu utama kedatangan dengan kontribusi mencapai 86,92 persen dari total penumpang, atau sekitar 93.952 orang. Angka tersebut turun 15,28 persen dibandingkan Juli 2025.
“Secara kumulatif Januari–Agustus 2025, jumlah penumpang yang datang mencapai 906.198 orang, naik 3,62 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan pergerakan transportasi udara masih relatif stabil,” ujarnya dalam laporan resmi BPS, Rabu (15/10).
Di sisi lain, jumlah penumpang udara yang berangkat dari Kalbar pada Agustus 2025 juga turun 5,42 persen menjadi 100.089 orang, dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 105.822 orang. Bandara Supadio kembali menjadi penyumbang utama keberangkatan dengan 86,81 persen atau 86.885 penumpang.
Penurunan paling mencolok terjadi pada angkutan laut. Jumlah penumpang yang tiba di tiga pelabuhan utama, Dwikora Pontianak, Suka Bangun Ketapang, dan Sintete Sambas, menurun hampir setengah dari bulan sebelumnya.
Pelabuhan Dwikora mencatat kedatangan terbanyak, yakni 4.605 orang atau 76,58 persen dari total kedatangan, namun anjlok 49,32 persen dibandingkan Juli 2025. Untuk keberangkatan, jumlah penumpang kapal laut tercatat 6.526 orang, turun 22,42 persen dari bulan sebelumnya.
Lagi-lagi, Pelabuhan Dwikora menjadi penyumbang utama dengan 4.835 orang atau 74,09 persen dari total keberangkatan.
Selain penumpang, aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan Kalbar juga menurun. Jumlah barang dibongkar turun 34,99 persen menjadi 1.065.007 ton dibanding Juli 2025, sementara barang dimuat turun 2,27 persen menjadi 499.641 ton.
Meski begitu, jika dibandingkan dengan Agustus 2024, aktivitas bongkar barang justru melonjak 187,27 persen, dan muat barang naik 15,89 persen.
Pelabuhan Kendawangan menjadi kontributor terbesar untuk bongkar barang, sedangkan Telok Melano mendominasi kegiatan muat. (*)
Editor : Hanif