Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenkes Visitasi Program Fellowship, Soedarso Terus Perkuat Layanan Jantung Terpadu

Idil Aqsa Akbary • Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:00 WIB
JANTUNG: Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi  saat  visitasi program fellowship kardiologi intervensi dan RSPPU program studi jantung dan pembuluh darah, Selasa (28/10).
JANTUNG: Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi saat visitasi program fellowship kardiologi intervensi dan RSPPU program studi jantung dan pembuluh darah, Selasa (28/10).

Pelayanan jantung di RSUD Soedarso terus berkembang pesat. Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi menyebut angka keterisian tempat tidur untuk pelayanan jantung saat ini mencapai 72 persen.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Hal itu disampaikannya saat pembukaan kegiatan visitasi program fellowship kardiologi intervensi, dan visitasi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) program studi jantung dan pembuluh darah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di RSUD Soedarso, Selasa (28/10).

Menurutnya, pelayanan jantung di RSUD Soedarso sudah cukup lengkap. “Kami memiliki Gedung Pelayanan Jantung Terpadu dengan layanan kateterisasi jantung, bedah jantung terbuka, dan penanganan gangguan aritmia. Ada enam dokter spesialis jantung yang bertugas,” ujarnya.

Di Gedung Jantung Terpadu, kapasitas rawat inap juga terus bertambah. Untuk kelas III tersedia 20 tempat tidur, kelas I baru saja ditambah 10 tempat tidur, rawat inap VVIP empat tempat tidur, serta ruang hasil jantung empat tempat tidur. Selain itu, Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) memiliki 13 tempat tidur, dan dua kamar operasi khusus jantung.

Hary memaparkan, kasus terbanyak di Poli Jantung rawat jalan adalah penyakit jantung iskemik kronik sebesar 54,41 persen dari total pasien. Jumlah kunjungan pasien juga terus meningkat, dari 7.297 pasien pada 2020 menjadi 13.988 pasien di tahun 2024. Tren serupa terjadi pada layanan rawat inap, dengan kasus hipertensi esensial mencapai 48 persen dari total pasien jantung. “Jumlah pasien rawat inap meningkat signifikan, dari 3.174 pada 2020 menjadi 5.368 pasien pada 2024,” jelasnya.

Sementara tindakan di laboratorium kateterisasi juga terus meningkat, dari 166 pasien pada 2020 menjadi 916 pasien pada 2024. Menurut Hary, peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan jantung RSUD Soedarso yang semakin tinggi.

Terkait kegiatan visitasi, Hary menjelaskan bahwa program fellowship kardiologi intervensi dan RSPPU merupakan langkah penting dalam pengembangan layanan, dan pendidikan kedokteran spesialistik di Kalimantan Barat (Kalbar). “Kami berkomitmen mendukung transformasi sistem kesehatan nasional, terutama dalam pilar transformasi layanan rujukan, dan SDM kesehatan,” katanya.

RSUD Soedarso sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Kalbar menargetkan menjadi pusat unggulan layanan jantung yang tidak hanya memberikan pelayanan klinis terbaik, tetapi juga menjadi tempat pengembangan kompetensi dokter, dan tenaga kesehatan melalui program pendidikan berstandar nasional.

Sementara itu, Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menilai program visitasi ini merupakan langkah strategis memperkuat kapasitas layanan kesehatan rujukan di daerah. Terutama dalam penanganan penyakit jantung, dan pembuluh darah yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

“Melalui program ini, diharapkan layanan medis, dan kompetensi tenaga kesehatan daerah meningkat, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk pengobatan jantung,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov), lanjut Norsan, berkomitmen memberikan dukungan kebijakan, pendanaan, serta penguatan infrastruktur kesehatan. Ia berharap visitasi ini dapat berjalan lancar dan segera membuka jalan bagi pelaksanaan resmi program fellowship jantung, dan RSPPU di RSUD Soedarso. 

“Semoga ini menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan kesehatan berkualitas, dan merata di Kalbar,” harapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI, Yuli Farianti, Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, Ketua Pengurus Pusat PERKI, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.(*)

Editor : Hanif
#spesialis #kunjungan pasien #layanan jantung #RSUD Soedarso #tempat tidur