Remaja masjid menghidupkan suasana Ramadan melalui kegiatan kantin juadah, berbagi takjil, dan buka puasa bersama. Aktivitas ini menjadi wadah belajar berwirausaha sekaligus mempererat kebersamaan dan silaturahmi di bulan suci.
MARSITA RIANDINI, Pontianak
Deretan aneka kue tradisional tersusun rapi di etalase sederhana di halaman Masjid Sirajul Munir, Jalan Komyos Sudarso Kelurahan, Sui Jawi Luar, Pontianak. Warna-warni minuman segar, aroma gorengan hangat, serta kesibukan para remaja yang silih berganti menata dagangan menciptakan suasana khas sore Ramadan. Warga yang melintas mulai berdatangan, memilih takjil sambil berbincang santai menunggu waktu berbuka puasa.
Kantin juadah atau kantin Ramadan memang menjadi tradisi yang paling dinantikan setiap bulan puasa. Kehadirannya membawa beragam hidangan lezat yang menambah kemeriahan suasana Ramadan. Tempat ini juga menjadi lokasi favorit untuk ngabuburit sambil berburu aneka takjil.
Peluang tersebut tidak disia-siakan oleh Remaja Masjid Sirajul Munir. Mereka membuka kantin juadah untuk melayani masyarakat dengan berbagai pilihan kue tradisional dengan harga terjangkau.
Kantin juadah yang dikelola remaja masjid ini sudah beroperasi sejak hari pertama Ramadan 1447 Hijriah. Mereka menerima penitipan takjil dari para pelaku usaha di sekitar masjid. Setiap hari, kantin mulai buka pukul 13.00 WIB. Terlihat salah satu remaja menata makanan dan minuman di etalase sembari menunggu titipan kue lainnya.
Para remaja ini dengan senang hati melayani masyarakat yang datang membeli takjil. Dengan semangat dan cinta, mereka turut memeriahkan suasana bulan suci Ramadan.
Ketua Pengurus Masjid Sirajul Munir, Azhari, mengapresiasi semangat para remaja masjid dalam memeriahkan Ramadan. Menurutnya, kantin juadah juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul dan bersilaturahmi sambil berburu takjil.
“Ini juga menjadi ajang silaturahmi remaja masjid, membangun kebersamaan dan kekompakan melalui kegiatan kantin juadah ini,” ujarnya.
Melalui kantin Ramadan ini, remaja masjid dapat belajar sekaligus mempraktikkan kegiatan jual beli secara langsung. Mereka juga merasakan suka duka dalam berusaha. Meski hanya menerima titipan makanan dan minuman, mengelola kantin juadah bukanlah hal yang mudah. Mulai dari menarik minat pelaku usaha agar mau menitipkan produknya, hingga menarik perhatian konsumen untuk membeli dagangan yang tersedia.
“Kami tentu mendukung segala kegiatan yang sifatnya positif. Mereka ikut memakmurkan masjid,” tambah Azhari.
Tak hanya membuka kantin Ramadan, para remaja juga difasilitasi untuk melaksanakan kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung setiap hari selama Ramadan. Mereka turut dilibatkan dalam kegiatan kuliah subuh hingga i’tikaf. Selain itu, terdapat pula program berbagi takjil kepada masyarakat.
Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan memperkuat tali silaturahmi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya berbagi di bulan suci.
Azhari mengatakan, aktivitas para remaja ini harus terus didukung agar mereka semakin bersemangat menghidupkan dan memeriahkan Ramadan. Dengan memberikan kesempatan untuk berperan aktif, para remaja dapat mengembangkan keterampilan sekaligus meningkatkan kesadaran spiritual, rasa percaya diri, dan tanggung jawab.
“Semoga semangat memakmurkan masjid ini tidak hanya tumbuh di bulan Ramadan, tetapi juga berlanjut setiap hari. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dan menjadi inspirasi bagi remaja lainnya untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan,” pungkasnya. (**)
Editor : Hanif