Ibu adalah tempat pertama tempat nilai dan karakter manusia dibentuk. Dari ibu pula harmoni sosial dalam masyarakat bermula.
WAHYU ISMIR, Mempawah
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Aula Garuda, Gedung Terpadu Kantor Gubernur Kalimantan Barat, saat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat yang dirangkaikan dengan kegiatan Halalbihalal Tahun 2026, Senin (6/4). Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari pejabat pemerintah, akademisi, hingga organisasi perempuan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Bupati Mempawah, Erlina Ria Norsan, turut hadir dan menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Kehadirannya juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kerukunan dan ketahanan sosial di tengah tantangan perkembangan zaman.
Erlina menegaskan pentingnya peran keluarga, khususnya ibu, dalam menjaga keharmonisan rumah tangga serta mengawasi penggunaan media sosial di kalangan anak-anak.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, akademisi, praktisi hukum, serta anggota DWP dari berbagai kabupaten dan kota.
Selain seminar, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial serta diskusi yang menekankan pentingnya sinergi organisasi perempuan dalam mencegah masuknya paham radikalisme dan premanisme di lingkungan keluarga.
Dalam pandangannya, Erlina menyebut perkembangan teknologi digital saat ini membawa tantangan besar bagi keluarga. Akses informasi yang semakin mudah, menurutnya, harus diimbangi dengan pengawasan dan pendampingan yang intens dari orang tua.
“Peran ibu sangat strategis dalam membentuk karakter anak. Kita tidak hanya memastikan anak cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta mampu menyaring informasi yang mereka terima dari media sosial,” ujarnya.
Ia juga menyoroti maraknya konten negatif di dunia digital yang berpotensi memengaruhi pola pikir anak, termasuk paham intoleransi, radikalisme, hingga perilaku menyimpang. Karena itu, ia mengajak anggota DWP dan PKK untuk aktif menjadi garda terdepan dalam membentengi keluarga dari pengaruh tersebut.
“Pengawasan penggunaan gawai harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai anak-anak kita terpapar konten yang dapat merusak nilai-nilai kebangsaan dan keharmonisan dalam keluarga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erlina menekankan bahwa keharmonisan keluarga merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang rukun dan damai. Ia berharap nilai-nilai sakinah, mawaddah, wa rahmah terus ditanamkan dalam kehidupan rumah tangga di Kalimantan Barat.
“Semoga melalui kegiatan ini kapasitas perempuan, khususnya anggota DWP dan PKK, semakin meningkat dalam membangun keluarga yang tangguh, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan di era digital,” pungkasnya. (**)
Editor : Hanif