PONTIANAK POST- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Dharma Santi di Desa Senaru. Balutan busana adat yang rapi, sapaan akrab antarwarga, serta latar alam yang sejuk menjadikan kegiatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan ruang mempererat nilai, tradisi, dan kebersamaan.
Mengusung tema Dharmaning Agama lan Dharmaning Negara, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 umat Hindu, tokoh agama, aparat desa, serta unsur TNI-Polri. Kehadiran berbagai elemen ini semakin mempertegas makna persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: Akses Jalan Banyu Abang Memprihatinkan, Warga Harap Pemerintah Segera Bertindak
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kecamatan Bayan, I Putu Widia Darma, menegaskan Dharma Santi menjadi momentum penting untuk menguatkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut ajaran agama tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga harus tercermin dalam sikap sosial dan kebangsaan.
“Melalui Dharma Santi, umat diingatkan untuk menjaga keseimbangan antara pengabdian kepada Tuhan dan tanggung jawab sebagai warga negara. Dengan begitu, kehidupan yang harmonis bukan hanya menjadi harapan. Tetapi harus bisa kita wujudkan bersama,” ujarnya dilansir Lombok Post.
Sementara itu, Kapolsek Bayan I Wayan Cipta Naya menilai tema yang diangkat relevan sebagai refleksi kehidupan berbangsa. Menurutnya, keharmonisan hanya dapat tercipta jika nilai agama berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan negara.
Baca Juga: Puluhan Buruh Datangi DPRD Ketapang, Tuntut Upah Layak dan Hentikan PHK Sepihak
“Ketika masyarakat mampu menjalankan kewajiban agamanya dengan baik sekaligus taat pada aturan negara, maka keamanan dan ketertiban akan tercipta dengan sendirinya,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi antarumat beragama di tengah keberagaman yang ada. Kegiatan seperti Dharma Santi dinilai efektif sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat persatuan.
“Kegiatan ini sangat positif sebagai wadah mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” tutupnya. (*)
Editor : Basilius Andreas Gas