Menjelang fase puncak ibadah haji Armuzna, enam jemaah asal Kalimantan Barat dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Lima dirawat di hotel dan satu dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Petugas mengimbau jemaah mengurangi aktivitas demi menjaga stamina.
MARSITA RIANDINI, Pontianak
Suasana menjelang puncak ibadah haji di Tanah Suci mulai diwarnai kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan jemaah. Di tengah persiapan menuju Armuzna, fase penting yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina, enam jemaah haji asal Kalimantan Barat dilaporkan mengalami penurunan kesehatan.
Satu di antaranya bahkan harus mendapat perawatan di rumah sakit di Arab Saudi, sementara lima jemaah lainnya menjalani perawatan dan pemantauan intensif di hotel tempat mereka menginap.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar, Kamaludin, mengatakan sebagian besar jemaah yang sakit memiliki riwayat penyakit bawaan sehingga membutuhkan perhatian ekstra menjelang puncak ibadah haji.
Baca Juga: Sempat Tertunda, Satu Jemaah Haji Asal Pontianak Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
“Lima jemaah dirawat di hotel, satu orang dirujuk ke RS Alsaedy Jumum. Mereka yang sakit ini sudah punya riwayat penyakit,” ujar Kamaludin, Kamis (21/5/2026).
Tahapan Armuzna sendiri akan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 atau bertepatan dengan 8 Zulhijjah 1447 Hijriah. Pada fase tersebut, jemaah akan diberangkatkan secara bertahap menuju Arafah untuk menjalani wukuf, yang menjadi inti dari ibadah haji.
Pelaksanaan wukuf tahun ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026. Dengan waktu yang tersisa hanya hitungan hari, para jemaah diminta memprioritaskan kesehatan dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak.
“Sekarang sudah H-5. Jemaah diminta fokus mempersiapkan diri melaksanakan ibadah puncak haji. Siap fisik dan ilmu, fisik sehat ibadah lancar dan dapat menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji sehingga memperoleh haji mabrur,” katanya.
Sebagai langkah menjaga stamina jemaah, petugas haji juga diminta aktif mengingatkan agar aktivitas ibadah sunnah tidak dilakukan secara berlebihan menjelang Armuzna.
Baca Juga: Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi Tambang Bauksit Kalbar, Pejabat ESDM Ikut Ditahan
Menurut Kamaludin, kondisi umum jemaah haji asal Kalbar sejauh ini masih relatif sehat. Namun cuaca panas dan padatnya aktivitas di Tanah Suci dinilai dapat memicu kelelahan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki penyakit penyerta.
“Jemaah Kalbar secara umum sehat. Petugas juga kami harap selalu mengingatkan jemaah untuk tidak melaksanakan aktivitas berlebihan,” ungkapnya.
Di sisi lain, layanan bus selawat yang selama ini mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram juga akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026. Kebijakan tersebut dilakukan agar jemaah lebih banyak beristirahat di hotel dan menjaga kondisi tubuh menjelang fase puncak ibadah haji.
“Mulai besok fasilitas bus selawat sudah tidak disediakan, agar jemaah tetap berada di hotel dan menjaga kondisi fisik tetap sehat,” pungkas Kamaludin.(*)
Editor : Hanif