Rumah Rizky Amelia yang nyaris ambruk akhirnya mendapat perhatian Pemkot Pontianak. Setelah dirobohkan demi keselamatan, fondasi baru mulai dibangun dan harapan akan hunian layak kembali tumbuh.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
DEBU masih terlihat di sela-sela tanah bekas bangunan yang beberapa waktu lalu berdiri di Gang Amal, Jalan Tanjung Raya I, Pontianak Timur. Tak ada lagi dinding miring yang mengkhawatirkan ataupun tiang rapuh yang setiap saat bisa roboh diterpa angin. Yang tersisa kini hanyalah fondasi yang mulai dibangun kembali, menjadi tanda tumbuhnya harapan baru bagi Rizky Amelia.
Perempuan berusia 20 tahun itu tak pernah membayangkan rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh bersama keluarganya harus dirobohkan. Namun keputusan berat itu terpaksa diambil demi keselamatan penghuni dan warga sekitar. Kondisi bangunan yang semakin miring membuat risiko runtuh semakin besar.
“Memang dirobohkan. Takut kena angin, takut ada korban nanti,” ujar Rizky saat menerima kunjungan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Jumat (12/6).
Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Dorong Transformasi Pelayanan Rumah Sakit Daerah di Kalimantan Barat
Kini Rizky dan adiknya tinggal sementara di rumah sang bibi. Meski harus meninggalkan rumah yang menyimpan banyak kenangan, ia bersyukur proses perbaikan mulai berjalan. Fondasi rumah yang baru perlahan dikerjakan, memberikan secercah optimisme bagi keluarganya.
“Saya dan adik tinggal sementara di rumah bibi saya,” katanya pelan.
Rumah tersebut sebelumnya telah didaftarkan dalam program bantuan bedah rumah. Rizky berharap proses yang sedang berjalan dapat membuahkan hasil sehingga keluarganya kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman.
“Harapannya diusahakan dikasih bantuan. Terima kasih banyak-banyak,” ungkapnya.
Kisah Rizky menjadi satu dari sekian banyak potret warga yang berjuang mempertahankan tempat tinggal di tengah keterbatasan. Namun di balik kondisi itu, semangat gotong royong masyarakat dan perhatian pemerintah menjadi penopang penting agar warga tetap memiliki harapan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang meninjau langsung lokasi menyatakan bahwa rumah tersebut memang harus dirubuhkan karena fondasinya sudah tidak mampu menopang bangunan secara aman.
Baca Juga: Bapperida Kalbar Matangkan Persiapan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Tahun 2026
“Yang kemarin miring, sama warga disarankan untuk dirubuhkan karena fondasinya tidak kuat. Hari ini sudah mulai ada pekerjaan di fondasi,” ujarnya.
Menurut Edi, Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya membantu warga yang menempati rumah tidak layak huni, terutama bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya. Melalui program bedah rumah, pemerintah memberikan bantuan material bangunan agar rumah warga dapat diperbaiki.
“Ini bisa kita bedah,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa bantuan pemerintah tidak hanya menyasar bangunan rumah, tetapi juga lingkungan sekitar agar menjadi kawasan yang lebih sehat, aman, dan nyaman untuk ditinggali.
“Kalau bedah rumah, kita bantu material,” jelasnya.
Selain program bedah rumah, Pemkot Pontianak juga menjalankan berbagai program penataan lingkungan seperti pembangunan jalan lingkungan, drainase, sanitasi, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di kawasan yang membutuhkan.
“Untuk lingkungan, tentunya ada program pekerjaan jalan lingkungan, drainase lingkungan, termasuk sanitasi atau IPAL,” tuturnya.
Edi menekankan pentingnya peran warga, RT, RW, serta perangkat kelurahan dalam mendeteksi lebih awal rumah-rumah yang kondisinya membahayakan. Dengan pengawasan berjenjang, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Pengawasan dari yang terbawah, bottom up. Dari warga masyarakat, RT, RW, dan Pemkot,” katanya.(*)
Editor : Hanif