Melihat Persiapan TKA di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak: Menjaga Asa TKA di Tengah Kepungan Kabut Asap

haryadi PP • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:31 WIB
Siswa SMP Muhammadiyah 1 Pontianak melakukan proses belajar dikelas guna menghadapi Tes Kemampuan Akademik. (ISTIMEWA)
Siswa SMP Muhammadiyah 1 Pontianak melakukan proses belajar dikelas guna menghadapi Tes Kemampuan Akademik. (ISTIMEWA)

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kota Pontianak tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat. Bagi siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Pontianak, kondisi tersebut menjadi tantangan tambahan di tengah persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik.

HARYADI, Pontianak

DI TENGAH situasi itu, Aldrich Rizqullah Aryasatya Kahtan, siswa kelas 9A sekaligus Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) atau OSIS SMP Muhammadiyah 1 Pontianak, tetap berusaha menjaga ritme belajarnya.

Persiapan menghadapi TKA sudah mulai dilakukan secara bertahap. Aldrich memilih mencicil materi yang diberikan guru, kemudian berusaha memahami setiap penjelasan sebelum berlanjut mengerjakan latihan soal.

Baca Juga: Hasil TKA dan Solusi Pendidikan ke Depan

“Kalau belum paham, saya bertanya lagi kepada guru. Setelah memahami materinya, baru mulai berlatih soal per bab,” ujarnya.

Bagi Aldrich, setiap mata pelajaran memiliki tantangan masing-masing. Pada Bahasa Indonesia, misalnya, ia memberi perhatian lebih pada materi puisi. Sementara untuk Matematika, ia lebih banyak berlatih membaca dan memahami grafik.

“Setiap jenis soal memiliki grafik yang berbeda, jadi harus lebih cermat dalam menjabarkannya,” katanya.

Persiapan tidak hanya dilakukan secara mandiri. Sekolah juga memberikan berbagai latihan dan try out untuk membiasakan siswa menghadapi bentuk soal TKA. Melalui latihan tersebut, siswa diajak mencermati, memahami, dan menganalisis berbagai tipe soal.

Baca Juga: DPRD Kalbar Minta Legalitas TKA dan Izin Tambang di Sanggau Diperiksa

Bagi Aldrich, latihan tersebut penting karena TKA bukan sekadar ujian. Nilai yang diperoleh nantinya dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah berikutnya.

“TKA sangat penting karena nilainya bisa digunakan untuk masuk ke sekolah impian kami nanti,” ujarnya.

Namun, perjalanan menuju TKA tahun ini tidak sepenuhnya berjalan dalam kondisi normal. Kabut asap yang menyelimuti Pontianak turut mempengaruhi aktivitas belajar siswa.

Aldrich mengaku belajar dalam kondisi kabut asap cukup menguras energi. Selain rasa cemas karena pembelajaran dikhawatirkan tidak maksimal, kondisi udara juga terkadang membuat suasana belajar terasa sesak dan pengap.

Karena itu, menurutnya, persiapan TKA tidak hanya membutuhkan kesiapan akademik. Kondisi fisik dan mental siswa juga harus dijaga.

“Persiapan TKA butuh persiapan fisik dan mental yang sangat kuat,” katanya.

Bagi siswa yang memilih belajar dari rumah, pembelajaran dilakukan melalui aplikasi. Sementara siswa yang memilih datang ke sekolah dapat mengikuti pembelajaran secara langsung.

Pilihan tersebut, menurut Aldrich, menjadi salah satu cara agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran di tengah kondisi kabut asap.

Ia berharap seluruh materi yang diberikan guru dapat dipahami dengan baik. Lebih jauh, Aldrich menargetkan hasil maksimal dalam TKA dan dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah yang diimpikannya.

“Saya berharap bisa memahami semua materi yang diberikan guru dan yang paling penting memperoleh nilai 100 di semua mata pelajaran TKA serta masuk ke SMA impian,” katanya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Pengajaran SMP Muhammadiyah 1 Pontianak, Eneng Nuraeni, menjelaskan sekolah telah menjalankan dua program penguatan khusus bagi siswa kelas IX.

Program pertama berupa bimbingan belajar yang berlangsung setiap Senin hingga Kamis pukul 13.45-15.00. Program tersebut telah berjalan sejak Agustus 2026.

Sementara program kedua adalah In Class Kelas IX yang mulai berjalan pada 14 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung setiap Senin hingga Kamis pukul 09.00-12.00 dengan fokus pada latihan dan pembahasan soal-soal TKA.

“Program In Class dilengkapi dengan Les Lima Mata Pelajaran Utama setiap hari sebagai pengayaan tambahan,” jelas Eneng.

Pelaksanaan program tidak hanya mengandalkan proses belajar mengajar. Sekolah juga melakukan pemantauan melalui instrumen monitoring mingguan yang mencatat presensi, target, capaian, hingga efektivitas setiap sesi pembelajaran.

Untuk TKA, dua mata pelajaran inti yang menjadi perhatian utama sekolah adalah Matematika dan Bahasa Indonesia. Penguatan diarahkan pada pemahaman konsep sekaligus latihan soal dengan tipe yang sesuai dengan karakteristik TKA.

Kabut asap menjadi tantangan lain yang harus dihadapi sekolah dalam menjalankan persiapan TKA.Eneng menjelaskan, kondisi kabut asap memang mempengaruhi pemilihan moda pembelajaran, tetapi tidak mengubah substansi materi yang diberikan kepada siswa.

Sekolah memastikan materi, jadwal, dan target pembelajaran tetap sama, baik bagi siswa yang mengikuti pembelajaran secara tatap muka maupun jarak jauh.

Bagi siswa yang tetap memilih hadir ke sekolah, sejumlah langkah mitigasi dilakukan. Ruang kelas dilengkapi pendingin ruangan, menggunakan ruangan tertutup, serta dilengkapi air purifier.

Dukungan kesehatan juga disiapkan melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sekolah menyediakan dua tabung oksigen medis berkapasitas masing-masing 1.000 liter yang dilengkapi regulator atau flowmeter. Selain itu, tersedia 12 unit oksigen portabel jenis Oxycan 500 cc.

Petugas UKS juga disiapkan untuk memberikan penanganan awal sesuai kebutuhan.Meski fasilitas tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya memberikan dukungan keselamatan kepada siswa, sekolah tidak mewajibkan peserta didik untuk hadir secara fisik selama kondisi kabut asap.

Orang tua atau wali diberikan keleluasaan menentukan apakah anak mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah atau melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah.

“Materi, jadwal, dan target pembelajaran tetap sama untuk kedua pilihan tersebut,” jelas Eneng.(*)

Editor : Rafael B. Junior
pendidikan Pontianak kabut asap Pontianak SMP Muhammadiyah 1 Pontianak siswa smp tka