Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kenali Tanda-Tanda Emotional Disconnect: Mengapa Berbahaya untuk Hubungan Anda?

Miftahul Khair • Sabtu, 23 November 2024 | 14:16 WIB
ilustrasi pasangan yang mengalami masalah emotional disconnect.
ilustrasi pasangan yang mengalami masalah emotional disconnect.

Emotional disconnect atau pemutusan koneksi emosional dalam hubungan bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih dalam antara pasangan. Meskipun hubungan tampaknya berjalan baik, perasaan yang terabaikan secara emosional bisa berkembang tanpa disadari. 

Oleh: Siti Sulbiyah

MASALAH emotional disconnect dapat terjadi, bahkan dalam hubungan yang sudah terjalin lama. Hal itu diungkapkan oleh psikolog Sabrina Maidah, M.Psi dalam Webinar Lingkar Afeksi “Mengatasi Emotional Disconnect dan Hubungan Ala Gen Z”.

Sabrina menjelaskan bahwa, meskipun seseorang memiliki status hubungan, mereka merasa kesepian atau terisolasi. Dalam hal ini, seseorang merasa punya pasangan, tetapi tidak merasa benar-benar "memiliki" pasangan tersebut. Ini bisa terjadi karena kurangnya koneksi emosional atau fisik yang kuat.

“Bisa jadi karena tadi tidak ada connection baik secara emosional secara fisikal,” jelasnya.

Dalam hubungan yang sehat, ia mengatakan koneksi emosional dan fisik sangatlah penting. Tanpa keduanya, hubungan dapat terasa kosong meskipun secara status kedua orang tersebut sudah saling terikat.

Sabrina menjelaskan bahwa dalam komunikasi, terdapat konsep validasi dan invalidasi emosi. Validasi emosi berarti kita mengakui, mendengarkan, dan merespons perasaan orang lain dengan empati. Ini sangat penting dalam membangun hubungan yang sehat, karena dengan mendengarkan secara aktif dan memberikan respons yang penuh pengertian, maka akan membuat orang merasa dihargai dan dimengerti.

Contohnya, saat pasangan merasa terbebani dengan suatu masalah atau tantangan, mendengarkan mereka tanpa menghakimi atau meremehkan perasaan tersebut adalah bentuk validasi. Ini menciptakan ikatan emosional yang kuat antara kedua belah pihak.

Sebaliknya, invalidasi emosi adalah sikap yang mengabaikan atau meremehkan perasaan orang lain. Dalam situasi ini, seseorang mungkin merasa bahwa perasaan mereka dianggap tidak penting atau bahkan dianggap mengganggu.

Contohnya, seperti saat seseorang bercerita tentang kekesalan atau kekecewaannya, dan lawan bicaranya justru merespons dengan sikap yang menunjukkan bahwa perasaan tersebut sepele atau tidak relevan.

“Pengalaman emosional yang dia miliki itu nggak diakui, di sini akhirnya putus connection-nya,” ujar Sabrina. Ketika komunikasi tidak didasari oleh validasi, perasaan seseorang bisa diabaikan, yang akhirnya menyebabkan ketidakharmonisan dalam hubungan.

Emotional disconnect salah satu masalah yang sering kali tidak disadari, namun dapat berdampak besar dalam kualitas hubungan kita dengan orang lain. Baik itu hubungan dengan pasangan, keluarga, atau teman, ketidakmampuan untuk terhubung secara emosional dapat menimbulkan berbagai efek negatif.

Salah satu dampak utama dari emotional disconnect adalah kesulitan dalam memahami hubungan itu sendiri. Akibatnya, dapat memunculkan emosi negatif. Ketika perasaan tidak diakui atau dihargai oleh pasangan, maka hal ini dapat merasakan stres, kecemasan, dan bahkan depresi. 

Bahkan dalam hubungan yang tampaknya berjalan baik, ketika tidak ada koneksi emosional yang kuat, seseorang bisa merasa sendirian. Meskipun dalam kondisi ini, sedang berada di tengah orang yang seharusnya dekat dengan mereka.

“Punya hubungan tapi kok rasanya ada jarak, kita nggak ada lagi ikatan kita, nggak ada lagi teman untuk berbagi, kita merasa sendirian di dalam,” katanya. 

Hubungan ada tapi sudah berjarak ada tapi terasa hambar. Sabrina mengatakan terdapat tanda-tanda yang muncul ketika seseorang sudah tidak merasa ada koneksi lagi. Salah satunya menghindari kedekatan emosional dan fisik. Pasangan menghindari kontak fisik, seperti berpegangan tangan, dan jarang berbagi perasaan atau masalah pribadi.

Tanda selanjutnya adalah menghindari pembicaraan serius, bahkan untuk sekedar deep talk. Hubungan yang berjarak juga berpotensi memunculkan konflik dan pertengkaran, sementara rasa kasih sayang semakin berkurang.

“Tanda emotional disconnect adalah kondisi lebih banyak pertengkaran ketimbang rasa sayang di dalam hubungan,” tuturnya. 

Dalam kondisi ini, juga tidak ada lagi kegiatan berkualitas seperti berkencan, karena keduanya tidak merasa terhubung lagi. “Tidak ada lagi datin, tidak ada lagi cerita baik itu hal yang menyenangkan maupun hal yang menyebalkan,” ucapnya. 

Koneksi emosional hilang, dan hubungan hanya terasa seperti formalitas, tanpa ikatan yang mendalam. “Bahkannya hubungannya sebatas status belaka,” katanya. **

Editor : Miftahul Khair
#emotional disconnect #tanda tanda #hubungan 10 tahun kandas