PONTIANAK POST - Dosen Psikologi IAIN Pontianak, Isyatul Mardiyati, M.Psi., Psikolog mengatakan ada pendekatan lain yang lebih ramah anak namun tetap efektif dalam membina perilaku anak yang dianggap nakal.
Ia menekankan bahwa Intervensi yang efektif untuk mengatasi anak yang nakal haruslah berbasis pada pendekatan yang lebih positif, mengutamakan pengembangan karakter, meningkatkan kesejahteraan psikologis, dan membangun hubungan sosial yang sehat.
“Menggunakan teknik psikologi positif yang menekankan penguatan kekuatan anak, meningkatkan keterampilan sosial dan emosional, serta memberikan dukungan keluarga yang kuat, akan lebih mendukung perubahan perilaku yang berkelanjutan dan sehat daripada pendekatan yang hanya berfokus pada hukuman atau disiplin yang ketat,” tuturnya.
Isyatul merinci beberapa strategi yang dapat diimplementasikan oleh sekolah, orang tua, dan komunitas sebagai pendekatan pembinaan anak yang dinilai bermasalah.
Strategi-strategi ini dinilai lebih mendukung pertumbuhan psikologis dan sosial anak dalam jangka panjang.
- Pendekatan Berbasis Penguatan Positif
Fokus pada potensi anak dengan menghargai kekuatan dan bakat mereka, seperti kreativitas, kepemimpinan, atau kemampuan bersosialisasi.
Pemberian reward atas perilaku baik serta konsekuensi yang mendidik untuk perilaku negatif dinilai lebih efektif daripada hukuman keras.
- Membangun Keterampilan Sosial dan Emosional
Pendidikan sosial dan emosional penting untuk membekali anak dengan kemampuan mengenali dan mengelola perasaan mereka.
Anak diajak memahami emosi seperti marah, cemas, atau frustrasi dengan cara yang sehat.
Melibatkan anak dalam pengambilan keputusan juga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab.
- Peningkatan Keterlibatan Keluarga
Anak membutuhkan komunikasi yang terbuka dan hangat di rumah. Ketika merasa dihargai dan didengar oleh orang tua, anak cenderung memiliki perilaku yang lebih baik.
- Keterampilan Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Memberikan tanggung jawab kecil, seperti mengurus hewan peliharaan atau membantu pekerjaan rumah, bisa membentuk rasa tanggung jawab.
Kegiatan komunitas atau proyek sosial juga bisa menjadi sarana pembentukan karakter kepemimpinan anak.
“Libatkan anak dalam program kepemimpinan atau kegiatan komunitas yang memberi mereka rasa pencapaian dan kontribusi,” tuturnya.
- Meningkatkan Keterlibatan Positif dengan Teman Sebaya
Interaksi sosial yang sehat dengan teman sebaya sangat penting untuk perkembangan sosial anak.
Anak dapat diajak bergabung dalam klub atau organisasi positif. Selain itu anak dapat diajarkan keterampilan menyelesaikan konflik secara damai.
- Terapi dan Pendampingan Profesional
Jika perilaku anak nakal sangat intens atau terkait dengan masalah psikologis yang lebih dalam (seperti kecemasan, trauma, atau gangguan perilaku), intervensi profesional mungkin diperlukan.
Kadang-kadang masalah perilaku anak berkaitan dengan dinamika keluarga, sehingga terapi keluarga juga dapat membantu menyelesaikan dinamika dalam rumah tangga yang mungkin menjadi pemicu masalah perilaku.
- Membangun Makna dalam Hidup Anak
Anak perlu merasa hidupnya bermakna dan memiliki tujuan. Kegiatan ekstrakurikuler, minat pribadi, atau kontribusi sosial bisa menjadi sarana untuk itu.
Selain itu, penting untuk mengajarkan anak untuk bersyukur juga dapat meningkatkan suasana hati serta dapat mengurangi kecenderungan negatif. (sti)
Editor : Miftahul Khair