PONTIANAK POST - Membangun hubungan yang hangat dengan anak tidak selalu membutuhkan cara rumit. Justru, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten bisa memberikan dampak besar bagi kedekatan emosional dalam keluarga.
Psikolog Anak dari Pusat Layanan Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Agnes Maria Sumargi, menekankan pentingnya komunikasi sehat sebagai fondasi hubungan orang tua dan anak.
Selain meminta maaf saat melakukan kesalahan, orang tua juga perlu menciptakan ruang komunikasi yang nyaman setiap hari.
’’Ajak anak bicara santai setiap hari, walau hanya 10 menit, tanpa distraksi. Bisa dilakukan saat makan bersama, sebelum tidur, atau dalam perjalanan. Percakapan kecil ini membantu anak merasa dihargai dan dipahami,’’ katanya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Kebiasaan Membentak Anak Bisa Menular ke Pola Asuh Generasi Berikutnya
Menurut Agnes, komunikasi yang baik juga dimulai dari kemampuan orang tua mengenali emosi diri sendiri. Dengan memahami kapan emosi mudah tersulut, orang tua dapat menyiapkan cara untuk merespons dengan lebih tenang.
’’Kalau sudah tahu kapan dan kondisi apa mudah tersulut, bisa disiapkan strategi penanganan. Misalnya ambil napas tiga kali sebelum menanggapi,’’ tuturnya.
Langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk mencegah reaksi spontan berupa bentakan yang justru dapat melukai perasaan anak.
Lebih jauh, Agnes mengingatkan bahwa membangun kembali kedekatan dengan anak bukanlah proses instan. Dibutuhkan konsistensi melalui kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Baca Juga: Membentak Anak Ternyata Berdampak Serius pada Emosi dan Kepercayaan Diri
Pelukan saat anak bangun tidur, pujian tulus ketika ia melakukan hal baik, atau sekadar menatap mata dan berkata, ’’Mama bangga padamu,’’ dapat menjadi awal yang bermakna dalam memperkuat hubungan.
’’Ketenangan dan kasih sayang dari orang tua akan menguatkan emosi anak, bahkan mampu menyembuhkan luka yang pernah ada,’’ ucapnya.
Dengan pendekatan yang hangat dan penuh kesadaran, orang tua tidak hanya memperbaiki hubungan dengan anak, tetapi juga membantu membentuk fondasi emosional yang kuat untuk masa depan mereka. (*)
Editor : Chairunnisya