PONTIANAK POST - Banyak orang tua heran mengapa anak begitu cepat menghafal kata atau kalimat yang sedang ramai di media sosial. Bahkan, anak sering mengulanginya berkali-kali meski belum memahami artinya.
Psikolog Klinik Perspektif, Sekar Arum Sabrina MPsi Psikolog, mengatakan bahwa otak anak memang cenderung lebih mudah menangkap hal-hal yang menarik perhatian.
"Kata-kata yang lucu, unik, atau sedang ramai dibicarakan lebih cepat melekat di ingatan anak. Otak anak cenderung lebih mudah menangkap hal-hal yang menarik perhatian secara emosional maupun sensorik," lanjutnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Mengapa Anak Suka Mengucapkan Kata Viral? Ini Penjelasannya
Faktor Sosial Semakin Berpengaruh
Menurut Sekar, ketika memasuki usia prasekolah dan sekolah, alasan anak meniru tidak lagi sekadar belajar bahasa. Faktor sosial mulai mengambil peran yang lebih besar.
Anak mulai mengikuti ungkapan populer, bahasa teman sebaya, maupun gaya bicara tokoh yang mereka kagumi. Karena itu, kata atau jargon yang sedang tren sering kali lebih cepat menyebar di kalangan anak-anak.
Baca Juga: Tips Aturan Aman Menggunakan Gawai untuk Anak dan Dewasa
Meski demikian, kemampuan mengulang sebuah kata tidak otomatis menunjukkan bahwa anak memahami maknanya.
Cari Tahu Sumbernya Terlebih Dahulu
Saat anak mengucapkan jargon viral, kata kasar, atau kalimat tertentu yang mengejutkan orang tua, langkah pertama yang disarankan adalah mencari tahu asal usul ucapan tersebut.
Baca Juga: Tips Psikolog Mengasuh Anak Kandung dan Anak Angkat agar Tetap Adil
Orang tua juga perlu memahami apakah anak benar-benar mengetahui arti kata yang diucapkannya atau hanya sekadar meniru.
"Dibandingkan langsung melarang, akan lebih membantu jika orang tua memberikan penjelasan sederhana sesuai usia tentang alasan kata tersebut kurang tepat digunakan," ucap Sekar.
Dengan pendekatan seperti itu, anak dapat memahami konteks penggunaan bahasa secara lebih baik tanpa merasa dimarahi atau dihakimi. (*)
Editor : Chairunnisya