PONTIANAK POST - Metode ini menggabungkan kata dengan gerakan tubuh sehingga anak lebih mudah memahami makna bahasa yang didengarnya. Dengan cara itu, bahasa asing hadir sebagai pengalaman yang menyenangkan, bukan tekanan belajar.
Orang Tua Tak Harus Jago Bahasa Asing
Dilansir dari Jawapos, Founder The Bilingual Parenting, Hapikry Surya Permana MHum menekankan, orang tua tidak perlu merasa harus fasih berbahasa asing untuk bisa membesarkan anak bilingual.
Hal yang lebih penting adalah mengenalkan kata-kata sederhana, memakai gerakan nyata, meluangkan waktu bersama anak, serta konsisten dalam pengulangan.
Baca Juga: Founder The Bilingual Parenting Luruskan Mitos Anak Bilingual Terlambat Bicara
’’Bisa pula dengan membaca keras sambil menunjuk. Jadi orang tua tidak perlu jago berbahasa asing untuk punya anak bilingual. Cukup menguasai kata-kata sederhana, menggunakan gerakan nyata, meluangkan waktu bersama anak, dan konsisten. Kuncinya pengulangan dan konsistensi,’’ ujarnya.
Bisa Diterapkan Lewat Aktivitas Harian
Metode TPR dapat diterapkan melalui aktivitas sehari-hari yang menyenangkan. Orang tua bisa mengucapkan kalimat seperti ’Touch your nose!’, ’Clap your hands!’, atau ’Wave goodbye!’ sambil memperagakan gerakannya.
Baca Juga: Anak Tak Perlu Menunggu Fasih Bahasa Indonesia untuk Belajar Bahasa Asing
Cara ini juga bisa dipadukan dengan lagu sederhana seperti Head, Shoulders, Knees and Toes.
Menurut Hapikry, pendekatan semacam ini membuat bahasa asing terasa lebih ringan karena menyatu dengan rutinitas harian anak.
’’Dengan begitu, bahasa asing tidak terasa seperti pelajaran berat, melainkan menjadi bagian dari rutinitas harian yang penuh interaksi, permainan, dan kedekatan antara orang tua dan anak,’’ ucapnya. (*)
Editor : Chairunnisya