Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Beli Rumah, Ngontrak, atau Tinggal dengan Orang Tua? Ini Pertimbangan Finansial Pasutri Muda

Chairunnisya • Selasa, 23 Juni 2026 | 12:14 WIB
Ilustrasi Menabung.
Ilustrasi Menabung.

PONTIANAK POST - Memiliki hunian pertama menjadi salah satu impian banyak pasangan muda setelah menikah. Namun, di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus bertambah, keputusan memilih tempat tinggal ideal tak selalu mudah.

Membeli rumah, mengontrak, atau tinggal bersama orang tua memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing yang perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan.

Jangan Terburu-buru Membeli Rumah

Di awal pernikahan, kondisi keuangan pasangan umumnya masih dalam fase penyesuaian. Di saat yang sama, kebutuhan awal justru meningkat. Mulai dari melengkapi isi rumah, biaya hidup harian, hingga rencana jangka panjang seperti memiliki anak.

Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich, Biar Beban Finansial Lebih Ringan

Karena itu, keputusan memilih hunian pertama tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

Dilansir dari Jawapos,  perencana keuangan sekaligus founder Finante.id, Rista Zwestika CFP WMI WPS, menyatakan ada empat indikator utama yang perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan hunian.

Yakni kondisi arus kas bulanan, stabilitas penghasilan, ketersediaan tabungan, serta kesiapan mental dalam menghadapi komitmen jangka panjang.

’’Kalau dua atau tiga indikator itu masih belum aman, sebaiknya jangan ambil KPR dulu,’’ tegasnya.

Baca Juga: Dana Darurat Tetap Jadi Pertahanan Utama Saat Krisis Keuangan

Ukur Kemampuan Keuangan Secara Realistis

Rista menjelaskan, kondisi keuangan yang stabil ditandai dengan adanya dana darurat setara 6–12 bulan pengeluaran, uang muka minimal 15–30 persen, serta cicilan yang tidak melebihi 30 persen dari penghasilan.

’’Yang sering terjadi, cicilan 40 sampai 50 persen penghasilan, padahal itu sangat berisiko,’’ ungkap Rista.

Selain itu, penghasilan pasangan juga harus stabil dalam dua hingga tiga tahun terakhir dan tidak memiliki utang konsumtif yang besar.

’’Penghasilan harus stabil setidaknya dalam dua hingga tiga tahun terakhir dan tidak memiliki utang konsumtif yang besar. Yang tak kalah penting, setelah membayar cicilan, pasangan masih bisa menabung,’’ sambungnya.

Sesuaikan Pilihan dengan Kondisi

Menurut Rista, tidak ada pilihan yang mutlak paling baik. Membeli rumah, mengontrak, maupun tinggal bersama orang tua dapat menjadi keputusan tepat jika disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasangan.

Baca Juga: Sebelum Menikah, Pasangan Perlu Terbuka Soal Utang dan Penghasilan Finansial

Yang terpenting, keputusan tersebut didasarkan pada kesiapan finansial yang matang, bukan sekadar mengikuti tren atau tekanan lingkungan.

’’Rumah itu bukan soal cepat-cepatan, tapi soal kesiapan. Pastikan kondisi keuangan sudah kuat agar tidak menjadi beban di kemudian hari,’’ paparnya. (*) 

Editor : Chairunnisya
#tips pasangan #tips keuangan #keuangan #rumah #finansial