PONTIANAK POST – Banyak orang tua merasa tidak tega ketika melihat anak menangis atau mengamuk karena keinginannya tidak segera dipenuhi. Akibatnya, tidak sedikit yang memilih langsung mengabulkan permintaan anak agar suasana kembali tenang.
Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat membentuk karakter yang kurang baik jika dilakukan terus-menerus. Anak bisa belajar bahwa menangis, marah, atau membentak merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
Melalui tayangan YouTube Shorts Dunia Parenting Indonesia, Ustaz Lukmanul Hakim memberikan pesan sederhana tetapi penting mengenai cara membiasakan anak meminta sesuatu dengan sopan dan penuh adab.
Biasakan Anak Meminta dengan Bahasa yang Baik
Menurut Ustaz Lukmanul Hakim, orang tua sebaiknya sejak dini membiasakan anak untuk meminta sesuatu dengan cara yang baik dan lembut.
Apabila anak berbicara dengan sopan, orang tua dianjurkan segera memenuhi permintaannya sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik tersebut.
Baca Juga: Puasa sebagai Media Pendidikan dan Mendidik
Sebaliknya, jika anak meminta sambil marah, membentak, atau menangis, jangan langsung mengabulkannya.
"Biasakan mendidik anak, kalau dia minta sesuatu, minta baik-baik. Kalau dia ngomong baik, tunaikan. Kalau dia ngomong kasar, jangan kasih sekalipun," ujar Ustaz Lukmanul Hakim yang juga aktif di Masjid Munzalan.Pontianak ini.
Jangan Takut Anak Menangis
Baca Juga: Bupati Karolin Edukasi Warga Sengah Temila Soal Gizi dan Pentingnya Pendidikan Anak
Dalam penyampaiannya, Ustaz Lukmanul Hakim mengutip nasihat dari ibundanya.Menurutnya, orang tua tidak perlu takut apabila anak menangis karena permintaannya tidak langsung dipenuhi.
Ia menyampaikan sebuah pesan yang cukup mendalam."Lebih baik anak nangis daripada orang tua nangis."
Pesan tersebut mengandung makna bahwa sedikit ketegasan saat anak masih kecil jauh lebih baik dibandingkan membiarkan kebiasaan buruk berkembang hingga dewasa hingga akhirnya menyulitkan orang tua sendiri.
Baca Juga: UPM Pontianak Jadi Lokasi Program Pendidikan Gratis Anak Nelayan Terdampak Bencana Sumatra
Kebiasaan Buruk Bisa Terbawa Hingga Dewasa
Ustaz Lukmanul Hakim mengingatkan apabila setiap kemauan anak selalu dipenuhi hanya karena ia menangis atau marah, maka pola tersebut dapat terus berulang.
Ia memberi contoh, ketika kecil anak mungkin menangis karena ingin dibelikan mobil-mobilan. Namun ketika dewasa, bukan tidak mungkin ia akan menuntut sesuatu yang jauh lebih besar karena merasa semua keinginannya harus selalu dipenuhi.
Baca Juga: Founder The Bilingual Parenting Luruskan Mitos Anak Bilingual Terlambat Bicara
"Kecil dia sudah minta mobil-mobilan, besar minta mobil beneran," ungkapnya.Karena itu, orang tua perlu konsisten memberikan batasan agar anak memahami bahwa sopan santun adalah syarat utama dalam meminta sesuatu.
Berikan Contoh dan Apresiasi
Ustaz Lukmanul Hakim juga memberikan contoh sederhana yang bisa diterapkan di rumah. Misalnya, ketika anak meminta susu sambil menangis atau berguling di lantai, orang tua tidak perlu langsung memenuhi permintaannya.
Baca Juga: Green Parenting, Cara Sederhana Membentuk Karakter Anak dan Kepedulian Lingkungan
Sebaliknya, arahkan anak agar mengucapkan permintaannya dengan sopan.Orang tua dapat mengatakan, "Kalau mau minta baik-baik, Mama kasih. Ayah kasih."
Setelah anak mampu berkata, "Ayah, tolong bikinkan susu," maka orang tua sebaiknya segera memenuhi permintaannya.
Menurut Ustaz Lukmanul Hakim, respons cepat tersebut akan mengajarkan kepada anak bahwa berbicara dengan santun adalah cara terbaik untuk memperoleh sesuatu.
Baca Juga: Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Tidak Cukup Hanya Mengandalkan Tabungan
Mendidik Anak Membutuhkan Konsistensi
Membiasakan anak berbicara sopan memang tidak bisa dilakukan dalam sehari. Dibutuhkan kesabaran, ketegasan, dan konsistensi dari kedua orang tua.
Dengan memberikan aturan yang jelas sejak dini, anak akan belajar bahwa setiap permintaan harus disampaikan dengan adab, bukan melalui tangisan, amarah, atau bentakan.
Baca Juga: Kayong Utara Dukung Penuh Program Kreasi untuk Tingkatkan Literasi dan Pendidikan Karakter Siswa
Pesan Ustaz Lukmanul Hakim ini menjadi pengingat pendidikan karakter dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil di dalam keluarga. Cara orang tua merespons setiap permintaan anak akan sangat memengaruhi pembentukan sikap dan kepribadiannya di masa depan.
Editor : Silvina