Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Psikolog Ungkap Manfaat Mengenalkan Museum kepada Anak Sejak Usia Dini

Chairunnisya • Senin, 13 Juli 2026 | 19:18 WIB
Ilustrasi kegiatan anak di museum (AI)
Ilustrasi kegiatan anak di museum (AI)

PONTIANAK POST - Menghabiskan waktu bersama anak tak selalu harus di taman bermain.

Museum bisa menjadi pilihan destinasi yang menyenangkan sekaligus membantu anak belajar melalui pengalaman langsung.

Anak Mulai Belajar Mengenal Dunia

Associate psychologist Bright Soul Surabaya, Alfonza Nugrahaning Kristi MPsi Psikolog, mengatakan museum menghadirkan banyak objek yang dapat memperkaya pengalaman belajar anak.

Baca Juga: Museum Kalbar Ajak Warga Lestarikan Warisan Budaya Lewat Koleksi Sejarah

"Banyak benda bersejarah, karya seni, hingga beragam instalasi interaktif yang bisa dipelajari. Anak bisa mengamati, bertanya, dan mengenal dunia dari sudut pandang yang baru," kata Alfonza, dikutip dari Jawapos.

Menurutnya, anak sudah dapat mulai dikenalkan dengan museum sejak usia 2 tahun.

"Pada usia tersebut, anak sudah mulai mengenal bahkan menggunakan simbol, kata-kata, dan gambar untuk merepresentasikan objek di sekitarnya. Kemampuan berbahasa berkembang pesat meski cara berpikirnya belum sematang anak yang lebih besar," ujarnya. 

Baca Juga: Museum Louvre Paris, Saksi Bisu Ribuan Tahun Sejarah yang Masih Memikat Dunia

Stimulasi Perkembangan Anak

Museum juga menyediakan berbagai media pembelajaran yang mampu menstimulasi perkembangan anak.

Media visual, taktil, hingga auditori membantu anak menyerap informasi melalui berbagai cara sehingga pengalaman belajar menjadi lebih menarik dibanding hanya melihat gambar atau membaca buku.

Baca Juga: Menyusuri Sejarah Besar Austria di Museum Wien Stadt yang Terasa Begitu Mistis

Dengan pengalaman tersebut, anak memperoleh kesempatan mengenal lingkungan dan berbagai hal baru secara langsung. (*) 

Editor : Chairunnisya
museum balita anak