Cara Sederhana Mengajarkan Anak Memilih, Bernegosiasi, dan Bertanggung Jawab

Chairunnisya • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:04 WIB
Ilustrasi ibu dan anak perempuan (FREEPIK)
Ilustrasi ibu dan anak perempuan (FREEPIK)
PONTIANAK POST - Kemandirian anak tidak tumbuh hanya karena orang tua memberikan kebebasan.
Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mengambil keputusan, menghadapi perbedaan, dan mencari solusi dengan tetap berada dalam batas yang sesuai.

Dilansir dari Jawapos, psikolog klinis Griya Psikologi, Aironi Zuroida SPsi MPsi Psikolog menuturkan kesempatan memilih menjadi bagian penting dalam proses tersebut. 

Baca Juga: Parenting Merdeka untuk Gen Alpha, Bebas Memilih tetapi Tetap Perlu Batasan

Anak tidak hanya belajar menentukan pilihan, tetapi juga mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan bernegosiasi.

Anak Belajar dari Pilihan

Ketika diberi kesempatan memilih, anak dapat belajar menyampaikan pendapat sekaligus mendengarkan sudut pandang orang lain.

Proses tersebut juga membuat anak terbiasa menghadapi perbedaan dan mencari jalan keluar.

Baca Juga: AHM Edukasi Ribuan Anak soal Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini di Hari Anak Nasional 

Penerapan parenting merdeka dapat dimulai melalui percakapan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ketika anak memperoleh nilai kurang baik, misalnya, orang tua tidak harus langsung menghakimi.

Begitu pula ketika anak bertengkar dengan temannya. Orang tua dapat mengajak anak mencari solusi, bukan langsung mengambil alih persoalan.

Indikatornya Bukan Anak Selalu Menurut

Baca Juga: Tips Aturan Aman Menggunakan Gawai untuk Anak dan Dewasa

Keberhasilan parenting merdeka juga tidak dapat diukur dari seberapa sering anak menurut kepada orang tua.

Menurut Aironi, terdapat beberapa hal yang lebih penting untuk diperhatikan, mulai dari rasa aman anak untuk bercerita, perkembangan kemandirian sesuai usia, kemampuan mengelola emosi, pemahaman terhadap aturan, hingga tanggung jawab atas pilihan.

’’Indikator yang penting adalah anak merasa aman untuk bercerita, keman diriannya berkembang sesuai usia, mampu mengelola emosi, memahami aturan, serta ber tanggung jawab atas pilihannya,’’ ucapnya.

Baca Juga: Tips Aturan Aman Menggunakan Gawai untuk Anak dan Dewasa

Dengan demikian, proses pengasuhan tidak semata-mata bertujuan membuat anak selalu mengikuti keinginan orang tua.

Anak justru diarahkan agar mampu memahami pilihan dan bertanggung jawab terhadapnya. (*)

Editor : Chairunnisya
kemandirian anak parenting Gen Alpha pengambilan keputusan pola asuh psikolog