PONTIANAK POST - Memberikan kebebasan kepada anak bukan berarti semua keputusan diserahkan begitu saja.
Ruang untuk memilih perlu disesuaikan dengan usia dan tingkat kematangan anak.
Psikolog Klinis Griya Psikologi, Aironi Zuroida SPsi MPsi Psikolog mengatakan, penerapan parenting merdeka dapat dimulai sejak balita.
Baca Juga: Cara Sederhana Mengajarkan Anak Memilih, Bernegosiasi, dan Bertanggung Jawab
Pada tahap tersebut, pilihan yang diberikan cukup sederhana dan tetap berada dalam batas yang telah ditentukan orang tua.
Mulai dari Pilihan Sederhana
Orang tua dapat memberikan dua pilihan yang sama-sama dapat diterima.
Misalnya, anak diminta menentukan pakaian yang ingin dikenakan atau memilih waktu untuk membereskan mainan.
Baca Juga: Parenting Merdeka untuk Gen Alpha, Bebas Memilih tetapi Tetap Perlu Batasan
’’Misalnya, mengajak anak membuat pilihan dengan menanyakan, ’Mau pakai baju merah atau biru?’ atau ’Mau membereskan mainan sebelum mandi atau setelah mandi?’ Pilihannya tetap berada dalam batas yang dibuat orang tua,’’ terang Aironi.
Memasuki usia sekolah, ruang pilihan dapat diperluas.
Anak mulai dilibatkan dalam mengatur jadwal belajar, memilih kegiatan, merawat barang pribadi, hingga menyelesaikan masalah sederhana.
Baca Juga: Usia Anak Menentukan Cara Orang Tua Menjawab Pertanyaan Kritis
Ketika memasuki masa remaja, kebutuhan anak terhadap otonomi semakin besar.
Karena itu, kepercayaan dan kesempatan mengambil keputusan juga dapat ditingkatkan.
’’Semakin bertambah usia dan kematangan anak, ruang kebebasannya bertambah, tetapi tanggung jawabnya juga ikut bertambah,’’ katanya.
Kebebasan dan Tanggung Jawab Berjalan Bersama
Baca Juga: Pendidikan Anak dalam Islam Dimulai Sejak Usia Dini, Begini Tahapannya Sesuai Umur
Prinsip tersebut menunjukkan bahwa kebebasan tidak berdiri sendiri.
Semakin besar ruang yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab yang perlu dipahami anak.
Karena itu, orang tua perlu menyesuaikan bentuk pilihan dengan kemampuan anak.
Baca Juga: Tips Aturan Aman Menggunakan Gawai untuk Anak dan Dewasa
Batasan tetap diperlukan agar anak memiliki arah dalam menggunakan kebebasan yang diberikan. (*)
Editor : Chairunnisya