Cara Menyimpan Bekal Anak agar Makanan Tetap Terjaga Selama di Sekolah

Chairunnisya • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:56 WIB
Ilustrasi anak memakan bekal di dalam kelas. (AI)
Ilustrasi anak memakan bekal di dalam kelas. (AI)

PONTIANAK POST - Menyiapkan bekal dari rumah tidak berhenti pada menentukan menu. Orang tua juga perlu memikirkan bagaimana makanan tersebut disiapkan dan disimpan sebelum dikonsumsi anak.

Hal ini menjadi penting terutama jika bekal akan berada cukup lama pada suhu ruang. 

Dilansir dari Jawapos, nutrisionist Anisa Nurul Syafitri SGz mengingatkan orang tua untuk mempertimbangkan jenis makanan dan cara penyimpanannya agar bekal tetap sesuai untuk dibawa ke sekolah.

Baca Juga: Protein dalam Bekal Anak Tak Boleh Terlewat, Ini Pilihan Menu Praktisnya

Hindari Makanan yang Mudah Basi

Tidak semua makanan cocok dimasukkan ke dalam bekal apabila akan berada lama pada suhu ruang.

Anisa menyarankan orang tua menghindari makanan bersantan kental, seafood, makanan setengah matang, atau olahan berbahan susu tanpa pendingin.

Pemilihan menu menjadi bagian penting karena jenis makanan tertentu membutuhkan kondisi penyimpanan khusus.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kenyang, Begini Cara Membuat Bekal Anak Lebih Bergizi Seimbang

Batasi Makanan Ultra-Proses sebagai Menu Utama

Makanan ultra-processed food (UPF) juga sebaiknya tidak dijadikan menu utama bekal harian. Menurut Anisa, makanan jenis tersebut umumnya tinggi natrium, gula tambahan, dan lemak jenuh.

"Sesekali boleh dikonsumsi kok, tetapi sebaiknya tetap dilengkapi dengan sayur, buah, dan sumber protein agar nilai gizinya lebih baik," sambungnya.

Dengan begitu, makanan yang dikonsumsi anak tetap memiliki komponen yang lebih beragam.

Baca Juga: Dr Tirta Ungkap 80 Persen Hidup Sehat Bukan dari Olahraga, Tapi dari Makanan

Perhatikan Kondisi Makanan Sebelum Disimpan

Cara memasukkan makanan ke dalam wadah juga perlu diperhatikan. Makanan sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum wadah ditutup. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kondensasi.

Kotak bekal yang digunakan juga sebaiknya bersih dan dapat ditutup dengan rapat. Bila memungkinkan, bekal dapat dibawa menggunakan tas berinsulasi yang dilengkapi ice gel.

Meal Preparation Bisa Membantu Orang Tua

Bagi orang tua yang memiliki waktu terbatas pada pagi hari, persiapan makanan sejak malam dapat menjadi pilihan. Anisa menyebut meal preparation dapat membantu mempersiapkan bahan makanan agar proses membuat bekal lebih praktis.

Baca Juga: Edukasi Makanan Bergizi Perkuat Peran Kader Posyandu Cegah Stunting di Pontianak

"Meal preparation sangat membantu. Simpan makanan di chiller, freezer, atau suhu ruang sesuai dengan jenis bahan dan produk, gunakan wadah tertutup, pisahkan bahan mentah dan matang, serta masak secukupnya agar tidak disimpan terlalu lama," paparnya.

Dengan persiapan tersebut, orang tua dapat mengatur bahan makanan sekaligus menyesuaikan cara penyimpanannya.

Kebersihan Wadah Juga Penting

Kotak bekal menjadi bagian yang bersentuhan langsung dengan makanan sehingga kebersihannya perlu diperhatikan. Wadah yang digunakan sebaiknya dalam kondisi bersih dan tertutup rapat.

Baca Juga: 7 Makanan untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Jaga Otot, Jantung, dan Pencernaan

Selain itu, pemisahan bahan mentah dan matang saat persiapan juga perlu dilakukan. Kebiasaan sederhana tersebut membantu membuat proses menyiapkan bekal menjadi lebih teratur.

Pilih Menu Sesuai Kondisi Penyimpanan

Pada akhirnya, pemilihan bekal tidak hanya mempertimbangkan makanan yang disukai anak. Orang tua juga perlu melihat jenis makanan, lama penyimpanan, serta kondisi ketika bekal dibawa ke sekolah.

Dengan persiapan yang tepat, bekal dari rumah dapat menjadi pilihan makanan yang lebih terencana bagi anak. (*)

Editor : Chairunnisya
penyimpanan makanan makanan tidak mudah basi meal preparation keamanan bekal Bekal anak