Dikatakan Leo, konsentrasi pengamanan akan difokuskan pada rumah-rumah. Menurutnya, di masa pandemi Covid 19 sangat riskan menambah jumlah terkonfirmasi Covid-19. Demikian juga dengan tradisi barongsai dan naga yang tiap tahun di laksanakan keliling kota yang dipercayasebagai tradisi tolak bala pada tahun ini ditiadakan.
Pada malam hari raya Imlek, perayaan pesta kembang api pun ditiadakan. Selain mengamanakan rumah ibadah, pihaknya juga akan fokus melakukan pengamanan di berbagai objek vital, serta pusat hiburan, wisata, dan perbelanjaan yang ada di Kota Pontianak
“Teknis di malam hari raya Imlek, kemungkinan akan dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat, lalu nanti kita akan lakukan patroli skala besar untuk mengeliminir berbagai kejadian yang tidak diinginkan,’’ tutupnya.
Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak, Hendri Pangestu Lim menyepakati seluruh aktivitas perayaan hari raya Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak ditiadakan.
“Untuk tahun ini, segala rangkaian acara kita tiadakan, dimana situasi sekarang masih Pandemi Covid-19, Cap Go Meh, arak-arakan naga, barongsai, semua kita tiadakan,” ujarnya.
Terkait peniadaan berbagai rangakaian acara tersebut, menurut Hendri masyarakat Tionghoa di Pontianak sudah paham dan mengerti, sehingga memaklumi bilamana berbagai rangakaian acara tersebut di tiadakan.
“Saya mengimbau kepada masyarakat Kota Pontianak, bila tidak ada keperluan tidak usah keluar, dan menjaga jarak, selalu mencuci tangan sesuai dengan anjuran pemerintah,” imbaunya. (arf) Editor : Salman Busrah