"Kami (PP Kalbar) memang tidak turun ke jalan melakukan aksi demo menyoal pernyataan Junimart Girsang yang telah melukai hati anggota PP se Indonesia. Di Kalbar, suasana masih berduka dengan bencana banjir. Meski begitu kami juga bereaksi atas pernyataan wakil rakyat ini. Kami minta dia meminta maaf atas pernyataannya itu," tegas Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Kalbar, Uti Zulkifli dalam keterangan pers nya kepada awak media.
Pernyataan Junimart Girsang soal pembubaran Organisasi Pemuda Pancasila, jelas mendapat kecaman dari PP seluruh Indonesia. Akibatnya, MPW dan MPC Pemuda Pancasila melakukan aksi demo di DPR RI serta DPRD Kabupaten Kota di wilayah masing-masing.
Di Kalbar kata dia, Pemuda Pancasila juga merespon pernyataan wakil rakyat tersebut. Namun tidak dengan turun ke jalan. Melainkan dengan melakukan konpers sekaligus meluruskan isu-isu yang ada di Kalbar supaya bisa sampai di tingkat nasional.
Lebih dalam ia melanjutkan pernyataan Anggota DPR RI soal pembubaran Ormas Pemuda Pancasila diucapkan apakah mewakili DPR RI, Partai Politik atau perseorangan. "Ini juga kami tanyakan pada Junimart Girsang," tegasnya.
Jika ingin bermain dengan PP se Indonesia jelas teman-teman ormas tidak bakal tinggal diam atas pernyataannya itu. PP bukan ormas ecek-ecek. Bahkan anggota PP diseluruh Indonesia ada lima juta orang. Dia juga menanyakan ke Junimart. Apakah dia tidak tahu, sejarah berdirinya PP.
Selain PP Kalbar meminta Junimart membuat permohonan maaf atas pernyataannya secara terbuka. Kemudian secara organisasi dia harus diberikan sanksi termasuk di dewan penghormatan DPR RI agar tindak tanduk dia yang sudah membuat kemelut mesti diberi efek jera.
Sebagai tindak lanjut atas persoalan ini. PP Kalbar bakal menyurati DPRD Provinsi Kalbar untuk memproses persoalan ini sesuai mekanismenya. "Kami juga akan audiensi dengan DPRD," tegasnya.
Pada kesempatan itu ia mengimbau para kader PP di Kalbar untuk menyikapi pernyataan yang sudah melukai hati anggota PP seluruh Indonesia dengan profesional. "Silahkan sampaikan saja aspirasi ke DPR setempat sesuai dengan keinginan, tetapi tidak anarkis," tandasnya.(iza) Editor : Yulfi Asmadi