PONTIANAK POST - Paus Fransiskus muncul kali pertama usai lima pekan berjuang melawan pneumonia.
Pemuka agama berusia 88 tahun itu dirawat di RS Gemelli, Roma, sejak 14 Februari lalu.
Sebelum pulang kemarin (23/3), Paus menyempatkan untuk menyapa dan memberkati umatnya dari jendela RS.
Dokter yang menangani Paus menyebut, setelah meninggalkan RS, Paus harus menjalani dua bulan waktu istirahat total di Vatikan.
”Selama lima pekan terakhir, dia mengalami ’dua episode yang sangat kritis’. Nyawanya dalam bahaya,” kata Dr Sergio Alfieri, salah satu dokter yang merawat Paus Fransiskus, kepada BBC.
Alfieri menyebut, Paus tidak dapat sembuh total. Tetapi, dia memastikan bahwa Paus tidak terkena pneumonia lagi dan sekarang kondisinya stabil.
Tim dokter juga menyebut bahwa Fransiskus akan memiliki akses ke oksigen tambahan dan perawatan medis 24 jam sesuai kebutuhan.
Meski infeksi pneumonia berhasil diobati, Paus akan terus mengonsumsi obat oral untuk beberapa waktu guna mengobati infeksi jamur di paru-paru serta melanjutkan fisioterapi pernapasan maupun fisik.
”Selama beberapa hari terakhir, beliau terus bertanya kapan bisa pulang. Jadi, jelas beliau senang dengan kepulangannya,” imbuh Dr Luigi Carbone, dokter lain yang merawat Paus. (dee/dns)
Editor : Miftahul Khair