Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Robot Humanoid Atlas Masuki Pabrik Hyundai, Kolaborasi Boston Dynamics dan Google DeepMind

Hanif PP • Rabu, 7 Januari 2026 | 07:56 WIB

 

Atlas / Boston Dynamic
Atlas / Boston Dynamic

PONTIANAK POST - Robot humanoid Atlas siap dipekerjakan di pabrik otomotif milik Hyundai. Robot buatan Boston Dynamics itu diharapkan mampu mengoperasikan sistem fisik di lingkungan industri seiring telah dintegrasikannya kecerdasan buatan Gemini dalam sistem kendalinya.

Atlas bekerja di pabrik Hyundai merupakan tahap awal proyek kolaborasi Boston Dynamic dan Google DeepMind yang diumumkan dalam Consumer Electronics Show 2026 di Las Vegas, AS, Senin (5/1) waktu setempat. Atlas akan ditempatkan di Hyundai Motor Group Metaplant America, Savannah, Georgia. Tugas awalnya adalah pengurutan suku cadang (parts sequencing).

 ”Nilai sesungguhnya ke depan adalah ketika robot mampu memahami konteks lingkungannya dan menggunakan tangan untuk menangani berbagai objek,” kata Robert Playter, CEO Boston Dynamics, kepada Weird.

Atlas sejatinya bukan pemain baru dalam dunia robotik. Boston Dynamics telah mengembangkan robot humanoid itu selama puluhan tahun, dengan reputasi global atas kemampuan fisiknya yang ekstrem. Mulai dari berlari hingga melakukan manuver akrobatik.

Namun, seperti humanoid lain, Atlas selama ini masih bergantung pada pemrograman terbatas dan belum memiliki kecerdasan adaptif setara manusia.

Di sinilah Gemini mengambil peran kunci. Model AI multimodal yang dikembangkan Google DeepMind itu dirancang untuk menggabungkan pemrosesan visual, bahasa, dan penalaran dalam satu sistem terpadu. Pendekatan tersebut memungkinkan robot mengambil keputusan berbasis situasi nyata, bukan sekadar mengikuti perintah statis yang telah diprogram.

Carolina Parada, direktur senior robotik Google DeepMind, menegaskan bahwa fokus perusahaannya adalah membangun kecerdasan buatan yang bersifat umum. ”Sektor otomotif hanya titik awal sebelum ke aplikasi lain,” kata Parada.

Langkah Google ini juga harus dibaca dalam konteks persaingan global. Sejumlah raksasa teknologi seperti Tesla, OpenAI, dan berbagai perusahaan rintisan di AS tengah mengembangkan robot humanoid masing-masing. Di sisi lain, ratusan perusahaan di Tiongkok juga berlomba menjadikan robot humanoid sebagai medan kompetisi teknologi global berikutnya. (din/dns)

Editor : Hanif
#kecerdasan buatan #gemini #pabrik otomotif #Hyundai #atlas #industri #robot humanoid