Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Israel Setujui Perundingan Damai dengan Lebanon, Tapi Abaikan Hizbullah

Uray Ronald • Sabtu, 11 April 2026 | 09:35 WIB

 

Upaya bantuan dan pembersihan puing-puing terus berlanjut pascaserangan Israel di distrik Dahiyeh, Beirut, Lebanon, pada hari Jumat [Anadolu]
Upaya bantuan dan pembersihan puing-puing terus berlanjut pascaserangan Israel di distrik Dahiyeh, Beirut, Lebanon, pada hari Jumat [Anadolu]

 

PONTIANAK POST – Israel secara tegas menolak pembahasan gencatan senjata dengan Hizbullah dalam perundingan mendatang di Washington. Israel hanya bersedia bernegosiasi langsung dengan pemerintah resmi Lebanon.

Duta besar kedua negara dijadwalkan bertemu di Departemen Luar Negeri AS pada Selasa depan. Pertemuan ini bertujuan untuk mengatur kerangka negosiasi perdamaian resmi.

"Israel menolak membahas gencatan senjata dengan organisasi teroris Hizbullah," tegas Duta Besar Israel, Yechiel Leiter sebagaimana dikutip Mirror. Menurutnya, kelompok tersebut tetap menjadi penghalang utama perdamaian.

Fokus Perundingan Damai Israel-Lebanon

Israel setuju memulai negosiasi resmi meski saat ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Lebanon. Namun, posisi Tel Aviv tetap keras terhadap kekuatan militer Hizbullah di perbatasan.

Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Picu Amarah Dunia, 254 Orang Tewas dan 1.165 Luka

Tanpa kesepakatan gencatan senjata, pembicaraan akan berfokus pada tuntutan Israel terhadap pemerintah Lebanon. Israel mendesak Beirut mengambil tindakan nyata untuk menertibkan kelompok paramiliter tersebut.

"Hizbullah terus menyerang Israel," tambah Leiter. Pernyataan ini merujuk pada ketegangan yang meningkat sejak invasi darat Israel pada 28 Februari lalu.

Upaya Beirut Akhiri Perang Lewat Diplomasi

Pemerintah Lebanon sebenarnya sangat ingin mengakhiri perang melalui kesepakatan gencatan senjata yang komprehensif. Beirut berharap model perdamaiannya serupa dengan pembicaraan AS-Iran di Islamabad.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Iran dengan Jalur Aman, Israel Justru Gempur Lebanon Habis-habisan

Hingga saat ini, pihak Hizbullah belum memberikan komentar resmi. Namun, kelompok yang didukung Iran tersebut secara historis selalu menentang pembicaraan langsung dengan Israel.

Departemen Luar Negeri AS akan bertindak sebagai mediator dalam pertemuan di Washington DC tersebut. Publik kini menanti apakah diplomasi tanpa Hizbullah ini mampu meredam konflik di lapangan.

Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang Usai Gencatan Senjata

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan setidaknya 357 orang tewas dan lebih dari 1.223 lainnya luka-luka akibat serangan Israel pada hari Rabu. Hari tersebut menjadi hari paling mematikan dalam lebih dari lima minggu pertempuran baru yang pecah antara Israel dan Hizbullah.

Dari total 1.953 korban jiwa, menurut Kementerian Kesehatan, lebih dari 102 di antaranya adalah perempuan, lebih dari 130 anak-anak, dan sedikitnya 57 petugas medis.(ron)

 

Editor : Uray Ronald
#Gencatan Senjata Israel #Negosiasi Lebanon #Diplomasi Washington #konflik timur tengah #hizbullah