Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Selat Hormuz akan Ditutup Iran Lagi Jika Blokade AS Terus Berlanjut

Uray Ronald • Sabtu, 18 April 2026 | 07:53 WIB
Selat Hormuz. (ANTARA)
Selat Hormuz. (ANTARA)

PONTIANAK POST – Iran melontarkan ancaman keras untuk menutup kembali Selat Hormuz secara total. 

Langkah ini akan diambil jika Amerika Serikat (AS) terus melanjutkan blokade terhadap negara tersebut.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan peringatan ini melalui akun X miliknya.

Ia menegaskan bahwa stabilitas jalur perdagangan internasional tersebut kini berada di ujung tanduk.

Ghalibaf menyoroti pernyataan Presiden Amerika Serikat yang dianggapnya penuh kebohongan.

Menurutnya, klaim tersebut tidak akan membantu posisi AS dalam meja negosiasi maupun di medan perang.

"Dengan berlanjutnya blokade, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka," tulis Ghalibaf tegas dalam unggahannya dikutip Mirror.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Iran, Donald Trump Tetap Lanjutkan Blokade Laut

Ia menambahkan bahwa nantinya setiap kapal yang melintas harus mengikuti aturan baru. 

Jalur lintas kapal akan ditentukan sepenuhnya berdasarkan rute yang ditetapkan dan atas izin otoritas Iran.

Lebih lanjut, Ghalibaf menekankan bahwa regulasi di Selat Hormuz ditentukan oleh kondisi lapangan.

Ia menepis anggapan bahwa kebijakan strategis Iran bisa dipengaruhi oleh opini di media sosial.

"Apakah selat itu terbuka atau tertutup akan ditentukan oleh lapangan, bukan media sosial," tambahnya.

Ghalibaf juga mengingatkan bahwa perang media merupakan bagian dari strategi lawan.

Baca Juga: Iran Targetkan Pendapatan Rp258 Triliun dari Pengelolaan Selat Hormuz

Namun, ia yakin rakyat Iran tidak akan terpengaruh oleh upaya rekayasa opini publik tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platform Truth Social merespons positif pengumuman pembukaan Selat Hormuz.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan Iran belum berakhir.

Menurutnya, tekanan ini akan terus berlanjut hingga kesepakatan diplomatik kedua negara rampung 100 persen.

“Blokade laut tetap berlaku penuh terhadap Iran sampai transaksi selesai sepenuhnya,” tegas Trump.*

 

Editor : Uray Ronald
#Konflik Iran AS #Blokade Amerika Serikat #Mohammad Bagher Ghalibaf #Jalur Perdagangan Dunia. #selat hormuz