Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Paus Leo Enggan Debat dengan Trump: Fokus Kritik Dampak Perang Global

Uray Ronald • Minggu, 19 April 2026 | 07:00 WIB
Paus Leo XIV (ANTARA)
Paus Leo XIV (ANTARA)

 

PONTIANAK POST  – Paus Leo menegaskan tidak berminat berdebat dengan Presiden Donald Trump. Pernyataan ini muncul setelah adanya tuduhan bahwa sang Pontifeks sengaja memprovokasi pemimpin Amerika Serikat tersebut.

Paus kelahiran Amerika ini menepis anggapan bahwa dirinya terlibat dalam adu argumen dengan Trump. Ia merasa tidak perlu menanggapi serangan verbal yang dialamatkan kepadanya secara personal.

Ketegangan bermula saat Paus Leo mengkritik para pemimpin dunia yang menghabiskan miliaran dolar untuk perang. Ia menyebut dunia saat ini tengah "dirusak oleh segelintir tiran.

Meskipun tidak menyebut nama Trump secara langsung, banyak pihak mengaitkan ucapan tersebut dengan kebijakan AS. Namun, Paus Leo segera mengklarifikasi tujuan pidato tersebut.

Baca Juga: Paus Leo XIV Kritik Donald Trump Soal Anggaran Perang Miliaran Dolar

"Pidato itu ditulis beberapa minggu sebelumnya. Kebetulan, pidato itu dianggap seolah-olah saya mencoba berdebat dengan presiden, padahal itu sama sekali bukan niat saya," ujar Paus Leo dikutip Mirror.

Di sisi lain, Donald Trump terus melancarkan serangan melalui platform miliknya, Truth Social. Trump menuduh Paus Leo mendukung Iran dan ambisi nuklir negara tersebut.

Trump bahkan menyebut pemimpin Gereja Katolik itu "lemah terhadap kejahatan." Ia juga mengkritik kebijakan luar negeri Vatikan yang ia anggap sangat buruk bagi stabilitas global.

Baca Juga: Trump Mengomel Soal Paus Leo XIV, Tuding Pemimpin Katolik Punya Agenda Politik

Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi tambahan terkait klarifikasi dari Vatikan. Situasi ini menambah daftar panjang perselisihan antara kepemimpinan agama dan politik di AS.

Para analis menilai, ketegangan ini dapat memengaruhi basis pemilih Katolik di Amerika Serikat menjelang agenda politik mendatang.(*)

Editor : Uray Ronald
#Paus Leo #perang Iran. #Kebijakan Luar Negeri #vatikan #donald trump