Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Iran Sebut Donald Trump Terlalu Banyak Main Medsos dan Tidak Konsisten

Uray Ronald • Minggu, 19 April 2026 | 09:37 WIB
Donald Trump. (ANTARA)
Donald Trump. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Iran melontarkan kritik pedas terhadap gaya komunikasi Washington yang dinilai tidak konsisten.

Teheran menyebut pernyataan Presiden Donald Trump sering kali membingungkan dan saling bertentangan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menyatakan bahwa publik Amerika sendiri yang harus menilai kredibilitas pemimpin mereka.

Hal ini disampaikan di sela-sela Forum Diplomasi Antalya di Turki, Sabtu (18/4) sebagaimana dikutip Anadolu.

Diplomasi Cuitan Trump Dinilai Sering Kontradiktif

Khatibzadeh menyoroti kebiasaan pihak AS yang sangat aktif di media sosial namun sering mengeluarkan pesan yang membingungkan.

Menurutnya, hal ini menyulitkan proses negosiasi yang sedang berjalan.

"Pihak Amerika banyak mencuit dan bicara. Terkadang membingungkan, terkadang kontradiktif. Biarkan rakyat AS yang memutuskan apakah pernyataannya konsisten atau sesuai hukum internasional," ujar Khatibzadeh.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Iran, Donald Trump Tetap Lanjutkan Blokade Laut

Iran Tetap Berkomitmen pada Jalur Diplomasi

Meski ketegangan militer meningkat, Iran menegaskan masih memprioritaskan penyelesaian melalui meja perundingan.

Teheran saat ini fokus merampungkan kerangka kesepahaman antara kedua belah pihak.

Namun, Khatibzadeh meminta AS meninggalkan sikap "maksimalis" atau menuntut terlalu banyak.

Menurutnya, hasil diplomasi hanya bisa dicapai jika kedua pihak saling menghormati hukum internasional.

Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Dibuka: Kapal Pesiar Celestyal Discovery Jadi yang Pertama Lewat

Syarat Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Terkait blokade Selat Hormuz, Iran menegaskan jalur tersebut secara historis selalu terbuka sebelum adanya agresi. Ia menuduh agresi militer AS sebagai penyebab utama terganggunya keamanan maritim.

"Jika mereka ingin melihat Selat Hormuz terbuka lagi, mereka harus menghentikan agresi ini," tegasnya.

Baca Juga: Selat Hormuz akan Ditutup Iran Lagi Jika Blokade AS Terus Berlanjut

Khatibzadeh menegaskan bahwa Iran berkomitmen menjaga stabilitas, namun siap merespons keras jika tekanan terus berlanjut. 

Iran akan mengutamakan diplomasi namun tetap akan membela diri apabila ketegangan meningkat.

"Kami akan membela diri secara heroik dan patriotik... dan kami akan membela Iran hingga peluru terakhir yang kami miliki, hingga tentara terakhir yang kami miliki," ujarnya.(*)

Editor : Uray Ronald
#Forum Antalya. #selat hormuz #diplomasi #donald trump #iran