Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Donald Trump Murka Disebut Pedofil dalam Manifesto Penembakan Gedung Putih

Uray Ronald • Senin, 27 April 2026 | 22:31 WIB
Donald Trump. (ANTARA)
Donald Trump. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Donald Trump meluapkan kemarahannya kepada jurnalis CBS, Norah O'Donnell, dalam program wawancara 60 Minutes.

Trump meledak setelah O'Donnell membacakan kutipan manifesto terduga pelaku penembakan White House Correspondents' Dinner.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Allen menyebut targetnya adalah pejabat administrasi peringkat tertinggi. Dalam manifesto itu, pelaku menyebut adanya sosok "pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat".

Reaksi Keras Trump di 60 Minutes

Trump langsung memotong pembicaraan O'Donnell dengan nada tinggi. Ia menuduh media sengaja mengaitkan dokumen orang sakit dengan dirinya.

"Saya bukan pemerkosa. Saya tidak memerkosa siapa pun. Saya bukan pedofil," tegas Trump dalam wawancara tersebut sebagaimana dikutip Mirror.

Baca Juga: Percobaan Pembunuhan Donald Trump: Isi Manifesto Aneh Cole Allen Terungkap

Menyinggung Kasus Jeffrey Epstein

Trump mengklaim dirinya telah dibebaskan sepenuhnya dari segala tuduhan serupa di masa lalu. Ia justru menyerang balik pihak oposisi dan mengaitkan mereka dengan kasus Jeffrey Epstein.

"Teman-teman Anda di sisi lainlah yang terlibat dengan Epstein. Anda seharusnya malu membacakan manifesto itu kepada saya," lanjutnya.

Isi Manifesto Pelaku Penembakan

Manifesto Allen mengungkap bahwa target utamanya adalah pejabat tinggi pemerintah. Namun, ia secara khusus mengecualikan Direktur FBI, Kash Patel, dari daftar targetnya.

"Saya tidak lagi bersedia membiarkan pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat melumuri tangan saya dengan kejahatannya," tulis Allen dalam manifesto.

Baca Juga: Cole Allen Sebut Donald Trump 'Penjahat' dan 'Bos Mafia Sosiopat' di Media Sosial Sebelum Beraksi

Temuan Konten Anti-Trump dan Agama

Otoritas keamanan menemukan banyak konten anti-Trump dan anti-Kristen di media sosial milik Allen. Saudara laki-laki pelaku juga menyerahkan bukti tulisan tambahan kepada pihak berwenang.

Allen menulis bahwa membiarkan orang lain tertindas bukanlah perilaku Kristen. Ia menyebut sikap diam terhadap kejahatan administrasi sebagai bentuk persekongkolan.(*)

 

Editor : Uray Ronald
#manifesto penembakan #60 Minutes #Norah O'Donnell #penembakan Gedung Putih. Do #donald trump