Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Setahun Bertakhta, Paus Leo XIV Tak Henti Serukan Perdamaian Dunia

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 8 Mei 2026 | 22:12 WIB
Paus Leo XIV menyapa dunia untuk pertama kalinya guna memberikan berkat Urbi et Orbi. Kardinal Robert Francis Prevost terpilih sebagai Penerus ke-267 Petrus oleh 133 Kardinal elektor pada Kamis.
Paus Leo XIV menyapa dunia untuk pertama kalinya guna memberikan berkat Urbi et Orbi. Kardinal Robert Francis Prevost terpilih sebagai Penerus ke-267 Petrus oleh 133 Kardinal elektor pada Kamis.

 

PONTIANAK POST - Paus Leo XIV genap setahun memimpin Gereja Katolik dunia, Jumat (8/5).

Di hari spesial tersebut, ia kembali mengirim pesan keras kepada para pemimpin dunia agar segera menghentikan perang dan mengakhiri politik yang lebih mengutamakan senjata dibanding nyawa manusia.

Saat berziarah ke Basilika Kepausan Bunda Rosario Pompei, Paus asal Amerika Serikat itu menegaskan bahwa dunia sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang serius akibat konflik, kebencian, dan rapuhnya nilai keluarga.

“Keluarga saat ini menderita akibat melemahnya ikatan pernikahan. Kemudian, perdamaian terancam oleh ketegangan internasional dan ekonomi yang mengutamakan perdagangan senjata daripada nyawa manusia,” ujar Paus.

Pemimpin Gereja Katolik sedunia yang memiliki nama lahir Robert Francis Prevost itu mengatakan perang yang terus berkecamuk di berbagai belahan dunia harus menjadi panggilan moral bagi umat manusia untuk memperbarui komitmen bersama, tidak hanya dalam bidang politik dan ekonomi, tetapi juga secara spiritual dan agama.

“Perdamaian lahir dari hati dan kita tidak boleh pasrah begitu saja, meskipun setiap hari disuguhi gambar-gambar kematian melalui pemberitaan,” tegas Paus pertama dari Ordo Santo Agustinus tersebut.

Selama setahun terakhir, kepemimpinan Paus Leo XIV banyak diwarnai isu perdamaian global, kemanusiaan, migrasi, hingga dampak kecerdasan buatan terhadap kehidupan manusia.

Sejak terpilih pada 8 Mei 2025, kata “damai” menjadi pesan utama yang terus ia gaungkan dalam berbagai kesempatan.

Bahkan dalam pidato pertamanya sebagai Paus, ia membuka sapaan dengan kalimat “Peace be with you” atau “Damai menyertai kalian.”

Dalam tahun pertamanya, Paus Leo XIV tercatat lebih dari 400 kali menyampaikan seruan perdamaian kepada dunia internasional. Ia juga memimpin “Prayer Vigil for Peace” atau doa vigil perdamaian pada April 2026 sebagai respons atas meningkatnya konflik global.

Paus pertama kelahiran Amerika Serikat itu juga menjadi sorotan internasional karena sikapnya yang tegas terhadap perang dan otoritarianisme.

Dalam beberapa bulan terakhir, ia secara terbuka mengkritik perang di Timur Tengah dan menyerukan penghormatan terhadap martabat manusia.

Sikap tersebut bahkan memunculkan ketegangan diplomatik dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Selain isu perdamaian, Paus Leo XIV juga mulai melakukan pembenahan internal Gereja Katolik.

Ia menyiapkan reformasi kepemimpinan di sejumlah keuskupan penting dunia, membuka dialog dengan kelompok Katolik konservatif, serta menaruh perhatian besar terhadap etika kecerdasan buatan dan keadilan sosial. 

Vatikan bahkan menyebut Paus tengah menyiapkan ensiklik pertamanya yang akan membahas AI, perdamaian, dan tatanan dunia modern.

Perjalanan pastoral ke Pompei dan Napoli yang dilakukan pada peringatan setahun kepemimpinannya juga sarat simbol.

Kota Pompei dikenal sebagai pusat devosi Maria dan tempat doa perdamaian dunia.

Di sana, Paus Leo XIV kembali menegaskan bahwa dunia tidak boleh kehilangan nurani di tengah normalisasi kekerasan dan perang.

Pesan Paus Leo XIV itu menjadi pengingat kuat bahwa di tengah memanasnya geopolitik global, perdamaian tidak hanya dibangun lewat diplomasi politik, tetapi juga melalui hati nurani, solidaritas, dan kemanusiaan. (ant)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#perang global #Gereja Katolik #vatikan #Paus Leo XIV #perdamaian dunia