PONTIANAK POST – Iran dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari 100 hari. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta dimulainya negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran dan sanksi AS.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan itu melalui media sosial Truth Social pada Minggu (14/6). Menurut dia, Selat Hormuz akan kembali dibuka bagi pelayaran internasional setelah menjadi pusat ketegangan selama konflik.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak,” tulis Trump.
Trump juga menyatakan AS akan mengakhiri blokade angkatan laut terhadap Iran dan membuka kembali jalur pelayaran internasional melalui Selat Hormuz.
Baca Juga: Araghchi Peringatkan Israel: Serangan ke Lebanon Bisa Gagalkan Kesepakatan Iran-AS Akhiri Perang
Dari Teheran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut memorandum yang disepakati kedua negara sebagai langkah penting menuju berakhirnya perang. Namun, ia menegaskan kesepakatan final masih harus dirundingkan.
“Apa yang telah disepakati menjadi langkah penting menuju penghentian perang dan awal negosiasi. Kesepakatan akhir masih belum terwujud,” tulis Pezeshkian di platform X.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan penghentian operasi militer berlaku di seluruh front konflik, termasuk Lebanon. Kedua negara selanjutnya akan memasuki tahap negosiasi untuk menyusun perjanjian permanen.
Menurut sejumlah laporan media AS, nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. Penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Jumat (19/6).
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan Pakistan dan Qatar berperan sebagai mediator dalam proses diplomasi yang menghasilkan kesepakatan tersebut.
Kesepakatan damai ini mengakhiri fase paling intens konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu akibat ketegangan terkait program nuklir Iran. Konflik tersebut memicu gangguan pasokan energi global karena ketidakpastian di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.
Pasar merespons positif perkembangan itu. Harga minyak mentah Brent turun sekitar 4 persen, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah lebih dari 4,6 persen pada perdagangan awal pekan seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. (jpc)
Editor : Hanif