Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Iran Klaim Bombardir Fasilitas Militer Amerika Serikat di Enam Negara Timur Tengah

Rafael B. Junior • Senin, 13 Juli 2026 | 10:59 WIB
Ilustrasi rudal Iran. (IRNA)
Ilustrasi rudal Iran. (IRNA)

PONTIANAK POST - Iran kembali meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di sekitar Teluk Persia. Serangan ke beberapa negara yang dilancarkan dalam waktu hampir bersamaan itu disebut Iran sebagai balasan atas gempuran Negeri Paman Sam.

Mengutip laporan AFP kemarin (12/7), ledakan terdengar di Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain. Sementara itu, berdasarkan klaim IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) melalui tayangan resminya, mereka melancarkan serangan ke enam negara, yakni UEA, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Qatar.

"Anda telah diperingatkan. Tidak ada lagi alasan. Kami harus menyerang," kata salah seorang petinggi IRGC.

Baca Juga: Film Timur Sajikan Drama Persahabatan Lama di Tengah Misi Penyelamatan Mematikan

Dalam pernyataan resmi IRGC yang disiarkan IRIB sebagaimana dikutip Al Jazeera, salah satu sasaran mereka adalah landasan udara AS di Yordania. Mereka menyebut, lokasi tersebut merupakan hanggar yang menampung drone MQ-9. Rudal balistik Iran berhasil menghantam pusat komando dan kendali di pangkalan militer tersebut.

Di antara pemantik serangan pihak Iran itu adalah AS yang terus mendesak kapal tanker untuk melewati Selat Hormuz. Padahal, Iran menyatakan, telah menutup selat yang penting bagi distribusi minyak dunia tersebut. Selain itu, Teheran juga mengklaim militer Washington DC menyerang fasilitas telekomunikasi di pesisir selatan mereka.

IRGC menuturkan, rentetan serangan yang mereka lakukan itu baru permulaan. Iran bersiap melancarkan rangkaian serangan kembali. "Agresi berkelanjutan dari AS akan menyebabkan respons yang lebih keras (dari Iran)," kata perwakilan IRGC.

Peringatan Keras

Rentetan serangan Teheran itu dimulai sejak Kamis (9/7) lalu. Serangan tersebut diikuti peringatan Iran kepada AS agar tidak melakukan serangan lagi ke wilayahnya. Jika AS masih melakukan serangan, Iran bakal menyerang seluruh fasilitas AS yang ada di kawasan Teluk.

asBaca Juga: Tahun Ajaran Baru: Saatnya Guru Beradaptasi dan Berinovasi

Ternyata, peringatan keras dari Iran itu tidak ditanggapi oleh AS. Menurut laporan CNN, AS kembali melakukan serangan ke Iran kemarin (12/7). Pihak AS beralasan bahwa Iran sudah menyerang atau menembaki kapal yang melewati Selat Hormuz.

Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan menyebut, serangan terbaru mereka diluncurkan Minggu (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 dini hari waktu Teheran. Serangan itu disebut diluncurkan atas arahan Presiden Donald Trump.

Serangan tersebut diluncurkan setelah IRGC secara terang-terangan menyerang sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz. "Amerika Serikat menyebabkan kerugian besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz," kata CENTCOM.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, bahwa Iran membuat pilihan yang buruk. "Sekarang mereka membayar akibatnya," katanya. (wan/ttg)

Editor : Rafael B. Junior
fasilitas militer rudal iran Washington iran irgc