PONTIANAK POST - Belasan sekolah di Kabupaten Kapuas Hulu mendapat bantuan dana revitalisasi langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2025 kemarin.
Dana tersebut dikucurkan langsung ke rekening sekolah dan pelaksanaannya dikelola oleh pihak sekolah masing-masing. Namun hingga hari ini masih ada pembangunan sekolah yang belum selesai.
Salah satunya di SDN 18 Bangik Desa Nanga Jemah Kecamatan Boyan Tanjung. Sekolah yang menggunakan anggaran Rp2 miliar lebih tersebut belum selesai.
"Belum selesai pembangunanya, karena banyak kendala dilapangan terkait bawa material ke Bangik. Makanya waktu yang dibutuhkan tidak cukup dari jadwal awal, terkendala di pengangkutan material sampai ke lokasi sekolah," kata Zul Zagir Kepala SDN 18 Bangik, Selasa (6/1).
Zul mengatakan, untuk progres pelaksanaan pembangunan sekolah ini memang tinggal finishing bagian dalam dan luar.
"Untuk dananya sekitar Rp2 miliar lebih dimana dana tersebut bukan hanya untuk bangunan, tetapi juga termasuk perabot, upah tukang, perencanaab, pengawas, pajak dan lain-lain," ujar Zul.
Ia mengatakan, meskipun SDN 18 Bangik ini dibangun baru, kegiatan proses belajar mengajar tidak terganggu karena pembangunannya di lokasi yang berbeda.
"Karena kita dapat lokal baru sehingga untuk sementara lokal lama masih digunakan untuk anak belajar," tuturnya.
Lanjut Zul, untuk pembangunan SDN 18 Bangik ini ada ruangan yang dibangun yakni ruangan kelas baru ada 4 lokal, ruangan administrasi satu lokal, ruang perpustakaan satu lokal, ruang UKS satu lokal dan ruangan toilet satu lokal.
"Kita berharap pembangunan SDN 18 Bangik ini cepat selesai dan bisa digunakan," tuturnya.
Sementara Evi Saptinawati Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu menyampaikan, bahwa ada 17 sekolah di Kapuas Hulu yang mendapatkan dana revitalisasi sekolah dari Pemerintah Pusat pada tahun 2025 kemarin
"Untuk berapa dana dan progres pembangunan kita sendiri tidak tahu. Karena kita hanya sebatas penerima manfaat saja," ujarnya.
Evi mengatakan, dana revitalisasi sekolah Kapuas Hulu ini dikerjakan secara swakelola dan tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan.
"Kita saat itu hanya melakukan sosialisasi awal saja dan sebatas hanya menerima hasil pekerjaan saja," tuturnya.
Evi mengatakan, pihaknya tidak tahu apakah anggaran yang digelontorkan untuk revitalisasi sekolah ini apakah pembangunannya sekaligus dengan meubeler atau tidak.
"Semua tergantung dari anggaran yang didapat sekolah tersebut. Kita juga tidak tahu apakah 17 sekolah ini pembangunannya sudah selesai atau tidak, karena fasilitator belum lapor. Kalau pun ada pembangunan sekolah belum selesai maka ada penambahan waktu," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair